Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Selamat datang di website Mpu Jaya Prema Ananda.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


1253993

Pengunjung hari ini : 147
Total pengunjung : 176471

Hits hari ini : 746
Total Hits : 1253993

Pengunjung Online: 2


Twitter
Beranda

Pentingnya Menjaga Tumbuh-tumbuhan(

(Menyambut Hari Tumpek Wariga) DAPATKAH kita membayangkan bagaimana bumi ini jika tidak ada tumbuh-tumbuhan? Planet Mars dan Planet Bulan yang kita ketahui dari penelitian para ahli, ternyata tidak ada tumbuh-tumbuhan yang hidup di sana. Itu sebabnya planet itu panas sehingga tidak ada makhluk hidup ya

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 13 Agustus 2016 | Dibaca : 24 Pengunjung


Empat Guru

LUKISAN itu tergantung di beranda rumah Romo Imam. Dua bocah menunggang kerbau yang jinak berlatar padang asri. Satu anak meniup seruling, lainnya membaca buku pelajaran. “Saya merindukan suasana ini,” kata saya, seperti ngelindur. Romo Imam bereaksi. “Kita sudah bukan lagi bangsa pet

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 13 Agustus 2016 | Dibaca : 53 Pengunjung


Menjaga Warisan Dunia

SUATU kebanggaan bahwa Wayang Wong Tejakula, Kabupaten Buleleng, diberikan sertifikat penghargaan oleh UNESCO, lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak dibidang pendidikan dan kebudayaan. Penghargaan itu dalam katagori “Warisan Budaya Dunia Tidak Benda.” Warisan Budaya Duni

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 Agustus 2016 | Dibaca : 28 Pengunjung


Jangan Memelihara Dendam

(Catatan: Tulisan ini setema dengan tulisan Kasih (di katagori Cari Angin), namun pendekatannya lebih pada ajaran Hindu.) KERUSUHAN di Tanjung Balai, Sumatera Utara merusak sejumlah wihara dan kelenteng. Salah satunya adalah Vihara Tri Ratna. Wihara ini dibangun bertahap, dari wujudnya yang kecil sampa

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 06 Agustus 2016 | Dibaca : 29 Pengunjung


Kasih

KERUSUHAN di Tanjungbalai, Sumatera Utara, menyisakan satu hal yang sering dilupakan: cinta kasih. Wihara dan kelenteng dirusak, dibakar, dan dijarah. Lalu seorang “wanita tua” yang ikut membangun Wihara Tri Ratna yang dirusak itu, memberi jawaban atas pertanyaan seseorang. “Kita harus be

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 06 Agustus 2016 | Dibaca : 34 Pengunjung


Mencari Pimpinan Parisada

MAHASABHA Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Pusat baru akan berlangsung di Surabaya pada 21-23 Oktober yang akan datang. Tetapi sudah dimulai adanya kasak-kusuk untuk mencari pimpinan Parisada yang bertugas untuk masa jabatan 2016-2021. Di berbagai daerah sudah terjadi konsolidasi untuk menjarin

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 Agustus 2016 | Dibaca : 27 Pengunjung


Canang Sari Sebagai Persembahan

CANANG sari sebagai persembahan yang paling sederhana tiba-tiba dipersoalkan orang. Apakah canang sari yang dibeli di pasar-pasar itu memenuhi syarat untuk persembahyangan dalam ritual Hindu? Ada yang mempertanyakan ini karena sepintas ada canang sari tak ubahnya hanya rangkaian bunga warna-warni saja. Apa

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 30 Juli 2016 | Dibaca : 34 Pengunjung


Menata Pura Besakih

PERKEMBANGAN baru dari Pura Kahyangan Jagat Besakih adalah terbentuknya Badan Pengelola (BP) Kawasan Pura Besakih yang dipimpin I Ketut Sudikerta. Kenapa orang super sibuk di Bali ini yang terpilih, entahlah. Mungkin saja karena Pura Besakih adalah milik umat maka salah satu “petinggi umat” dij

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 25 Juli 2016 | Dibaca : 46 Pengunjung


Cari Utang untuk Beryadnya

SEBUAH berita di koran dengan judul yang mencolok. Bunyinya: “Terbelit Utang Piodalan Sejak 2011, Pelaba Pura Masceti Dijual”. Berita ini kemudian diunggah ke media sosial, maka ramailah komentar. Intinya adalah menyayangkan hal itu, bahwa untuk urusan beryadnya sampai menjual “warisan&rs

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Juli 2016 | Dibaca : 47 Pengunjung


Resah

POKEMON Go membuat banyak orang resah. Orang-orang biasa, bupati, gubernur, menteri, kepala polisi, kepala intel, semuanya resah dan melarang games ini dimainkan. Ada yang memakai alasan merusak konsentrasi kerja, mengganggu pelayanan, tempat kerja bukan taman bermain, membahayakan negara, dan seterusnya.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Juli 2016 | Dibaca : 54 Pengunjung


Patung Ramayana di Badung

PEMERINTAH Kabupaten Badung kembali membangun serangkaian patung yang bertema Ramayana. Kali ini tak tanggung-tanggung, ada empat patung yang akan dibangun. Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung,  Putu Eka Merthawan, ke empat patung itu dianggarkan dana Rp2.194.618.175. Empat

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 18 Juli 2016 | Dibaca : 38 Pengunjung


Tuhan di Setiap Tempat

SEBAGAI selingan mari kita ikuti kisah yang sudah sangat populer di kalangan dunia sastra India dalam kaitan dengan ajaran Hindu. Kisah ini sudah tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, dengan segala “carangannya”. Sebuah kisah untuk menggambarkan betapa Tuhan itu ada di setiap

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 Juli 2016 | Dibaca : 57 Pengunjung


Balik

ARUS balik tidak separah arus mudik. Tidak ada target waktu yang harus dikejar sebagai mana orang mudik yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halamannya. Apalagi masuk kantor bagi pegawai swasta tak seketat pegawai negeri sipil. Awal tahun ajaran baru pun untuk Jakarta – dan kota-kota lain di Ja

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 Juli 2016 | Dibaca : 39 Pengunjung


Saat Pendatang di Bali Mudik

WAJAH Bali yang ideal adalah ketika para pendatang mudik ke kampung halamannya merayakan Idul Fitri. Seperti suasana minggu lalu dan mungkin masih ada sisa-sisanya dalam pekan ini karena pendatang kembali tidak bersamaan. Kalau saat mudik mereka bersamaan karena mengejar target waktu, ketika kembali bisa s

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 11 Juli 2016 | Dibaca : 348 Pengunjung


Tumpek LandepSiapa yang Wetonan

SETIAP datang Tumpek Landep, seperti hari ini, banyak orangpulang kampung. Niatnya bukan untuk bersembahyang di pura, tetapi mengadakan upacara otonan atau wetonan. Siapa yang wetonan?Ternyata mobilnya atau sepeda motornya. Tentu saja ini wetonan salah kaprah. wetonanitu sebenarnya hanya bagi manusia, peri

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 Juli 2016 | Dibaca : 81 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?