Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda dari Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman disebarkan pula lewat web ini. Om Santih Om. (Web ini diluncurkan resmi dengan m

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


073710

Pengunjung hari ini : 78
Total pengunjung : 13770

Hits hari ini : 646
Total Hits : 73710

Pengunjung Online: 3


Twitter
Beranda

Gelorakan Terus Kebhinekaan

SERUAN menegakkan kebhinekaan kembali memuncak. Di Jakarta pada Sabtu lalu (19 Nov 2016) ada parade kebhinekaan. Oleh pemrakarsanya ini bukan aksi demontrasi apalagi kalau disebut-sebut sebagai perlawanan terhadap aksi damai (tapi ujungnya rusuh) yang terjadi pada 4 November lalu. Parade kebhinekaan ini ad

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 November 2016 | Dibaca : 160 Pengunjung


Bagaimana Mengucapkan Sumpah

BELUM lama ini ada berita dari sidang pengadilan di Bali, bahwa seorang sulinggih menolak untuk diambil sumpahnya oleh hakim. Sulinggih itu menjadi saksi dalam satu kasus tindak pidana korupsi. Sebagaimana umumnya saksi, baik saksi ahli maupun saksi fakta, sulinggih itu harus diambil sumpahnya sebelum memb

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 20 November 2016 | Dibaca : 44 Pengunjung


Kawal

ROMO Imam mengaku sudah jarang menonton televisi. Ternyata yang ia maksudkan menonton siaran berita televisi, karena menonton bola masih suka. “Saya betul-betul bosan mendengar ahok-ahok melulu. Apa tak ada berita lain,” alasannya. Saya paham. Ada 101 pilkada yang dilangsungkan Februari nan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 20 November 2016 | Dibaca : 52 Pengunjung


Bali Akan Krodit di Jalanan

KEMACETAN di Bali sudah memprihatinkan. Jalanan yang relatif sempit, tidak adanya jalan alternatif, dan berjubelnya kendaraan bermotor, adalah penyebab utamanya. Apalagi ditambah dengan adanya hajatan, apakah itu ritual Dewa Yadnya (piodalan di pura), Pitra Yadnya (ngaben sampai memukur) atau pun Manusa Ya

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 14 November 2016 | Dibaca : 44 Pengunjung


Mengasuh dan Membesarkan Anak

DALAM agama Hindu anak itu disebut putra. Kata putra itu diadopsi ke dalam bahasa Indonesia untuk menyebutkan seorang anak kandung. Selanjutnya kata putra itu dipersempit artinya menjadi anak lelaki karena untuk anak perempuan dipakai kata putri. Namun dalam Hindu putra adalah anak kandung, baik lelaki mau

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 12 November 2016 | Dibaca : 55 Pengunjung


Palsu

DIMAS Kanjeng Taat Pribadi punya tujuh mahaguru, demikian istilah yang diperkenalkannya. Ke tujuh mahaguru tugasnya hanya duduk mendampingi Dimas Kanjeng saat memberikan wejangan kepada pengikutnya. Para mahaguru itu meyakinkan dalam hal perwajahan. Dibalut jubah hitam, hampir semuanya memelihara jenggot d

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 12 November 2016 | Dibaca : 55 Pengunjung


Saatnya Merajut Kebersamaan

PASCA aksi damai yang berakhir ricuh pada 4 November lalu di Jakarta, memberi banyak pelajaran dalam membangun bangsa ini. Bahwa terlalu riskan untuk bermain-main api dengan menggunakan idiom agama untuk hal yang tidak berhubungan dengan masalah agama. Apalagi kebablasan di mana  seseorang mengomentar

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 07 November 2016 | Dibaca : 35 Pengunjung


Cinta Kasih dalam Hindu

CINTA kasih adalah konsep ajaran Hindu yang paling mendasar. Hidup saling sayang menyayangi bukan saja ditujukan antar manusia tetapi juga menyayangi seluruh kehidupan di bumi ini. Bhagawan Sri Sathya Narayana juga menyebutkan bahwa cinta kasih itu adalah inti dari atman, jiwa dalam raga manusia. Setiap or

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 05 November 2016 | Dibaca : 32 Pengunjung


Penistaaan

Penistaan agama dampaknya bisa besar. Agama punya ajaran yang merupakan wahyu dari Tuhan, dengan nama apa pun Tuhan itu disebutkan. Kalau itu dinistakan, jutaan umat akan membela. Mungkin benar Tuhan tak perlu dibela, Tuhan Maha Agung yang tak bisa tersentuh oleh kekotoran duniawi. Tetapi pengikut-Nya waji

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 05 November 2016 | Dibaca : 56 Pengunjung


Kerukunan yang Terusik

BERITA besar hari-hari ini di berbagai media termasuk media sosial adalah berita tentang keprihatinan. Kerukunan kita di negeri majemuk ini terusik. Ada patung Buddha setinggi 6 meter yang diturunkan dari puncak bangunan Vihara Tri Ratna di tengah kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Padahal patung itu adal

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 31 Oktober 2016 | Dibaca : 278 Pengunjung


Sad Upaya Guna untuk Pemimpin

PILKADA serentak dilangsungkan bulan Februari tahun depan. Tahapannya sudah dimulai dengan kampanye pada hari ini. Ada 101 daerah yang mengikuti Pilkada. Ada yang memilih Gubernur, Bupati dan Walikota. Bali kebagian satu Pilkada yakni pemilihan Bupati Buleleng, mungkin dengan calon tunggal. Sudah banya

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 Oktober 2016 | Dibaca : 54 Pengunjung


Jessica

Jessica Kemala Wongso dihukum 20 tahun oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Meski tak ada fakta hukum formal bahwa dari tangannya racun sianida itu dituangkan ke gelas kopi, namun hakim berhasil merangkai berbagai tingkah laku Jessica jauh sebelum tragedi itu terjadi. Kesimpulannya Wayan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 Oktober 2016 | Dibaca : 63 Pengunjung


Yang Terlewatkan di Mahasabha

MAHASABHA Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) boleh saja berlangsung tegang di Surabaya. Namun, Mahasabha yang menurut rencana hari ini ditutup itu, ketegangan lebih pada menyangkut urusan jabatan dengan berbagai manuvernya. Maklumlah, pesertanya kebanyakan aktifis lembaga sosial masyarakat dan bahkan a

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 24 Oktober 2016 | Dibaca : 67 Pengunjung


Berkata-katalah untuk Kebaikan

ADA yang menyebutkan bahwa situasi sosial politik di Jakarta sudah pada tingkat “darurat sipil”. Terjadi suasana panas berkaitan dengan pro dan kontra ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung ayat Al Quran. Ahok, sapaan akrab Gubernur Jakarta itu punya tiga kesalahan.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Oktober 2016 | Dibaca : 49 Pengunjung


Pencitraan

Tulisan “padepokan” di beranda rumah Romo Imam sudah tak ada lagi. Kata Romo, sejak ada kasus di Padepokan Dimas Kanjeng, ia merasa tak enak dengan kata “padepokan” itu. “Tadinya saya pikir diganti dengan tulisan Rumah Budaya,” kata Romo. “Itu bagus. Apalagi ad

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Oktober 2016 | Dibaca : 61 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?