Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


354959

Pengunjung hari ini : 82
Total pengunjung : 67839

Hits hari ini : 355
Total Hits : 354959

Pengunjung Online: 11


Twitter
Beranda

Tingkah Laku yang Disebut Dosa

APAKAH dosa dan karma buruk itu sama? Ini perdebatan lama secara teologi yang tak pernah selesai tetapi secara umum orang membedakan antara dosa dan karma buruk. Justru keduanya disebut berhubungan dengan argumentasi bahwa karena perbuatan dosa itu yang menyebabkan adanya karma buruk. Dosa bisa diampun

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Juni 2017 | Dibaca : 259 Pengunjung


Bukan Warisan

Entah puasa hari ke berapa saat itu ketika saya diajak ibu mengunjungi rumah Pak Sukri, satu-satunya keluarga muslim asal Madura di kampung kami. Pak Sukri berjualan sate, punya anak laki bernama Zainal Arifin, sekelas dengan saya di Sekolah Rakyat. Keluarga ini menyewa rumah sempit berdinding bambu. R

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Juni 2017 | Dibaca : 543 Pengunjung


Dongeng dan Buku

Presiden Joko Widodo mendongeng di halaman Istana Merdeka ketika memperingati Hari Buku Nasional,Rabu 17 Mei lalu. Di hadapan sekitar 500 siswa SD dan SMP, Jokowi membacakan dongeng Lutung Kasarung,cerita rakyat yang berasal dari daerah Jawa Barat. Para siswa yang berasal dari 10 sekolah ter

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 Mei 2017 | Dibaca : 299 Pengunjung


Mengasuh Anak Jadi Suputra

TUJUAN perkawinan dalam ajaran Hindu adalah meneruskan keturunan. Karena itu ajaran Hindu tidak membenarkan adanya perkawinan sejenis lantaran tak akan memungkinkan mendapatkan keturunan dari perkawinan yang tidak normal itu. Sementara itu sebuah keluarga sudah pasti mendambakan kelahiran putra-putri y

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 27 Mei 2017 | Dibaca : 261 Pengunjung


Lelah

Bangsa kita ternyata tak pernah lelah. Jika saja tak lelah itu dalam urusan menjaga negara kesatuan, mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara, merajut terus kebinekaan, dan memupuk toleransi sebagaimana diwariskan pendahulu, tentu sesuatu yang membanggakan. Namun yang terjadi belakangan ini justru mem

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 27 Mei 2017 | Dibaca : 393 Pengunjung


Pemekaran Buleleng

WACANA pemekaran Kabupaten Buleleng yang sebenarnya sudah bergulir hampir lima tahun lalu, kembali dihidupkan lagi. Adalah Gede Pasek Suardika, politisi Partai Hanura yang memang berasal dari Buleleng, mengangkat isu lama itu. Seperti yang dimuat koran ini terbitan Sabtu (20 Mei) lalu, ia mengusulkan Kabup

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Mei 2017 | Dibaca : 246 Pengunjung


Pemimpin Bersifat Delapan Dewa

ADA sloka yang terkenaldari Kekawin Ramayana ketikaSri Rama memberi nasehat kepada Wibhisana yang diangkat menjadi Raja Alengka setelah tewasnya Rahwana. Itu adalah sloka Kekawin Ramayana XXIV.52 yang bunyinya: Hyang indra yama surya candra anila, kuera baruna agni nahan wwalu, sira ta maka angga sang bhup

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 20 Mei 2017 | Dibaca : 302 Pengunjung


Penistaan Agama

MASALAH penistaan atau penodaan agama menjadi hal menarik saat ini, bahkan hampir setiap hari dibicarakan di media masa. Masalah yang sejak dulu menjadi polemik ini menjadi hangat dibicarakan setelah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun karena dianggap terbukti bersal

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 15 Mei 2017 | Dibaca : 293 Pengunjung


Belajar Mempersiapkan Punarbhawa

DALANG wayang kulit paling populer di Bali, Wayan Nardayana, yang dikenal dengan “merk dagang” Cenk Blong sering kali menitipkan pesan-pesan keagamaan dalam pentasnya. Maklum, dia adalah master philsafat agama Hindu lulusan Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Dan salah satu yang sering diseb

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 13 Mei 2017 | Dibaca : 162 Pengunjung


Solidaritas

... melambai-lambai, nyiur di pantai.... ROMO Imam melambaikan tangan kanannya sementara tangan kiri asyik memegang handphone. Ia ikut bernyanyi meski suaranya tak begitu keras. “Tolong sampaikan sama Mas Addhie, saya ikut merinding menyaksikan konser spontan di Balai Kota Jakarta ini,” kat

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 13 Mei 2017 | Dibaca : 168 Pengunjung


Mematenkan Simbol Hindu

ADA wacana Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali mematenkan simbol-simbol Hindu. Tujuannya agar setelah dipatenkan tidak ada orang yang melecehkan simbol-simbol Hindu yang sakral itu. Kalau pun ada yang melecehkan simbol Hindu itu untuk tujuan yang tidak ada kaitannya dengan agama, maka mudah untuk m

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 Mei 2017 | Dibaca : 265 Pengunjung


Perbuatan yang Tak Tercela

MARI kita lanjutkan ulasan pada minggu lalu, 29 April 2017. Betapa pentingnya menjaga pembicaraan yang sumbernya dari pikiran yang terkendali. Segala ucapan yang keluar dari mulut kitahendaknya menjadi sesuatu yang menyejukkan dan berguna untuk kehidupan bersama. Namun, adakalanya ucapan yang kita lakukan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 06 Mei 2017 | Dibaca : 264 Pengunjung


Jaga Bicara Mulai Dari Pikiran

Pikiran adalah sumber dari segala aktivitas manusia. Pikiran bisa mengembara ke mana-mana tak terpengaruh oleh waktu dan jarak. Dalam cerita-cerita lama, para pujangga menyebutkan pikiran itu ibarat kuda liar, dia bisa berlari ke mana dia suka. Mau memikirkan yang terburuk dan yang terbaik, bebas dilakukan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 April 2017 | Dibaca : 264 Pengunjung


Target

Karangan bunga tak mampir di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Tidak ada pula kerumunan orang untuk memberikan semangat kepada pimpinan komisi antikorupsi itu. Padahal KPK baru saja menetapkan Syafruddin A. Tumenggung, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional, sebagai tersangka dala

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 April 2017 | Dibaca : 236 Pengunjung


Mari Mengetuk Pintu Hati

BETAPA pentingnya menyadari dan belajar mengenal diri sendiri, terlebih di dunia yang konon sudah mengalami kemerosotan moral ini. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran dalam kehidupan di masyarakat saat ini yang mengharuskan kita untuk mengetuk pintu hati, apa sesungguhnya yang salah. Kekalahan Basuki

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 April 2017 | Dibaca : 192 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?