Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


504604

Pengunjung hari ini : 167
Total pengunjung : 107999

Hits hari ini : 2859
Total Hits : 504604

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Psikopat

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 05 Januari 2012 | Dibaca : 1519 Pengunjung

Putu Setia

 

Dua remaja wanita lagi berbisik di atas bus kota yang terseok karena macet. “Jadi, kau putus sama dia?” tanya yang satu. Yang ditanya menjawab: “Aku lagi bingung, orangnya pendiam. Wajahnya yang ndeso awalnya justru jadi daya tarikku. Tapi, aku bingung, bagaimana kalau… kalau dia itu… psikopat.”

 

Psikopat jadi kata yang ramai diributkan belakangan ini setelah VerryIdham Henyansyah alias Ryan menjadi “tokoh nasional”. Ia mencincang korbannya dan membuangnya di sebuah tempat. Ia membunuh teman-temannya di halaman belakang rumahnya dan menguburnya diam-diam. Ia tenang saja, tak menutupi wajahnya ketika kamera televisi membidiknya. Ia mengaku tak tahu, kenapa dia membunuh.

 

Psikopat, kata seorang ahli, adalah orang yang senang melanggar aturan. Puas kalau orang lain sengsara. Tak pernah menyesal meskipun perbuatannya sangat terkutuk. Jadi, begitu jauhkah beda antara pengidap psikopat dengan orang yang saleh dan taat beragama, seperti para pendeta, misalnya? Tidak juga. Karena, menurut seorang ahli yang lain, pengidap psikopat itu juga kerap memamerkan pribadi yang santun, tutur kata indah, menyenangkan sebagai kawan, dan rajin sembahyang.

 

Kalau begitu, psikopat gentayangan di sekitar kita. Perlu vaksin agar kita yang normal – sudah pasti pula kaum psikopat merasa dirinya normal – tidak kejangkitan virus psikopat. Cobalah dibuka ingatan kita, betapa virus psikopat ini sudah jauh menyebar. Setiap pelaku teror tertangkap, pasti masyarakat sekitarnya berkomentar: “tak menduga, ya, orangnya baik kok, kalem, taat sembahyang….” Apakah ini pertanda penggemar  STMJ – sembahyang taat maksiat jalan-- makin banyak?. Amrozi yang senyumnya manis itu, adakah pengidap psikopat juga, karena ia membunuh ratusan orang tanpa pernah menyesal?

 

Ditelisik lebih jauh, prilaku menyimpang yang dikatagorikan psikopat atau mendekati gejala psikopat, ternyata tak sulit-sulit amat dicarikan contoh. Anggota DPR yang tertangkap menerima suap justru yang rajin sembahyang dan bahkan memasang stiker “puasa korupsi” di pintu masuk ruang kerjanya. Mereka – karena lebih dari satu – bisa digolongkan sweet psychopatic, pengidap psikopat yang manis: manis prilakunya, manis tutur katanya, manis dandanannya. Kalau begitu persyaratan untuk calon legislatif mendatang perlu ditambah satu lagi: bebas dari virus psikopat. Cuma, resikonya, “tukang test” ini juga janganlah orang yang “suka menyengsarakan orang” atau sekedar “ingin menjegal”. Ini artinya jeruk makan jeruk.

 

Lebih berbahaya mana Ryan, anak Jombang yang berpenampilan tenang itu, dengan para pengemplang uang negara, yang juga bisa berpenampilan tenang? Tentu sama-sama bahayanya. Ulah Ryan membuat kita cemas, dan sama sekali tak masuk di akal, bagaimana mungkin orang bisa puas dengan menyayat-nyayat tubuh manusia, yang adalah temannya sendiri? Tapi, para koruptor itu juga sangat mencemaskan, karena korupsi dijadikan profesi, bahkan hobi. Termasuk anggota DPR itu, misalnya. Gaji yang didapat sebulan sudah Rp 80 juta – menurut pengakuan resmi Mahmud MD yang kini jadi hakim konstitusi – belum lagi ada “uang ini itu”, eh, masih menerima suap. Menjadi wakil rakyat kok menyengsarakan rakyat, kan keterlaluan.

 

Sayangnya, para psikopat ini, apakah semacam Ryan atau sejenis koruptor, sulit disembuhkan. Pencegahan dini bisa dilakukan dengan pengawasan. Komunikasi horizontal perlu diperbarui dan perbanyak dialog, tak usah mendirikan PAP – partai anti psikopat. Selebihnya hukum ditegakkan, nah, di sini sulitnya.


Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 05 Januari 2012 | Dibaca : 1519 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?