Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


358232

Pengunjung hari ini : 77
Total pengunjung : 68643

Hits hari ini : 154
Total Hits : 358232

Pengunjung Online: 1


Twitter
Baca posting

Para Kesatria

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 23 September 2012 | Dibaca : 1384 Pengunjung

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta berakhir dengan melahirkan para kesatria. Ini memberikan harapan bahwa Indonesia ke depan bisa lebih baik jika dijadikan barometer dan pelajaran berharga. Tak ada kerusuhan dan mudah-mudahan tak ada saling gugat, karena para kesatria sudah berada dalam posisinya yang benar.

Joko Widodo alias Jokowi nama populernya,  kesatria yang lugu. Ia tak meledak-ledak, bicaranya tidak begitu “tinggi”, apa adanya. Kalau orang masih ingat Ali Sadikin memimpin Jakarta, suara Bang Ali menggelegar, ia kesatria yang gagah, keras, tegas dan jika perlu kasar – dengan menempeleng orang, misalnya. Bang Ali menghalalkan judi untuk pembangunan, dan Jakarta pun berbenah cepat. Zaman itu Jakarta memerlukan kesatria seperti Ali Sadikin, dan kita tahu bahwa Bang Ali adalah gubernur yang nyaris jadi legenda.

Dibandingkan Ali Sadikin, Jokowi sama sekali beda. Kesatria Solo ini jangankan bicara meledak-ledak, mengucapkan pernyataan saja seperti tak lancar berbahasa Indonesia. Bagaimana mungkin Jokowi akan menempeleng warga Jakarta yang membandel, bahkan Satuan Polisi Pamong Praja saja akan dilucuti pentungannya. Tapi ia berjanji bertindak tegas menertibkan warga Jakarta, bukan dengan tamparan atau pentungan, tetapi dengan hati, kejujuran, dan penampilan apa adanya. Barangkali saja gaya kesatria seperti ini akan mengubah wujud Jakarta, ibu kota akan jadi kemayu dan tidak grasa-grusu seperti sekarang.

Fauzi Bowo alias Foke nama populernya, ternyata pula seorang kesatria yang bijak, begitu pemungutan suara berakhir. Pada saat orang-orang sekelilingnya masih berperan sebagai “bhuto cakil” dan membuat pernyataan seperti: “ah ini kan hasil quick count, hasil KPU bisa beda” atau “belum ada yang menang dan kalah, tunggu keputusan resmi KPU”, Foke sudah memberi ucapan selamat kepada Jokowi. Hanya seorang kesatria sejati yang bersedia mengaku kalah kepada kesatria yang kebetulan saat itu unggul. Jagat kesatria adalah pertarungan kehormatan yang melibatkan seluruh rakyat. Ucapan selamat Foke kepada Jokowi, bukan saja menentramkan rakyatnya, tetapi yang lebih penting adalah menyatukan kembali perbedaan yang telah muncul selama pertarungan. Masyarakat jadi terdidik dan makin cerdas. Foke akan dikenang sebagai tokoh berjiwa kesatria yang melindungi warganya.

Sejatinya masyarakat Jakarta itu memang warga yang cerdas – lagi-lagi contoh yang menggembirakan jika ditularkan ke daerah lain, untuk Indonesia yang lebih baik. Gempuran bertubi-tubi ditujukan kepada Jokowi, dari yang “seperti ada benarnya” lalu yang “benar-benar ngawur” sampai pada yang “benar-benar tidak benar”. Di dunia maya nyaris setiap detik bermunculan dosa-dosa Jokowi yang diumbar oleh akun anonim – boleh disebut akunnya pada “bhuto”. Ternyata ini bumerang, satu kejelekan Jokowi diumbar, ribuan simpati bertambah.

Pelajaran penting lain, tidak lakunya isu SARA, terutama dibawa-bawanya masalah agama dan etnis untuk mencari pemimpin yang warganya majemuk. Jakarta mencari gubernur untuk mengurusi masalah kemacetan, banjir, ketimpangan sosial, bukan untuk memimpin ritual keagamaan, jadi apa perlunya seiman atau tidak?

Pemilihan gubernur Jakarta ini pasti akan menginspirasi Pemilu Presiden 2014. Isu harus dikemas dengan baik, fitnah akan menjadi bumerang, figur lebih penting dari dukungan partai. Masalahnya, adakah kesatria muda yang dimunculkan oleh partai – hanya partai yang bisa mencalonkan -- karena yang digadang saat ini jauh dari kesatria sejati, dan itu pun sudah sepuh pula.

(Dari Koran Tempo Minggu 23 September 2012)


Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 23 September 2012 | Dibaca : 1384 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?