Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


571952

Pengunjung hari ini : 107
Total pengunjung : 126463

Hits hari ini : 162
Total Hits : 571952

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Eyang Presiden

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 12 Mei 2013 | Dibaca : 1314 Pengunjung

Saya pernah janji untuk tidak membaca dan menonton apapun mengenai Eyang Subur, guru spiritual para selebritas, yang kini dicaci oleh para selebritas itu sendiri. Alasan saya sederhana, perselisihan di antara para selebritas itu hanya untuk mendongkrak kembali popularitas mereka yang sudah mulai redup. Apa yang saya dapatkan?

Tapi dalam situasi di mana televisi memuja peringkat  (ratting) dan berita politik membosankan, lingkungan saya tak mendukung. Melangkah sedikit saja, Eyang Subur selalu hadir. Orang membela dan orang mencaci, semakin membuat Eyang populer. Astaga, kepopuleran itu membuat Eyang Subur ingin nyapres – tidak sekedar nyaleg. "Ya,benar sekali bro, dia ingin nyapresbuat 2014," tegas RamdhanAlamsyah, juru bicara merangkap pengacara Eyang.

Apakah saya harus bilang: wow.. gitu? Nanti terkesan melecehkan. Dulu, ketika Rhoma Irama berkeinginannyapres, saya bilang:terlaluu... Ungkapanterlalu itu dari lagu Bang Haji, memang sedikit sinis. Ternyata saya salah, ada partai yang menampung keinginan Bang Haji itu. Saya jadi malu.

Jika dirunut ke belakang, saya kurang sreg mendengar Megawati mau “maju” di Pemilu 2014. Begitu pula Wiranto dan Prabowo, bahkan Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie sekali pun. Lagi-lagi alasan saya sederhana, beliau “tokoh masa lalu”, gerak langkahnya sudah diketahui. Saya ingin wajah baru, saya bisa menyebut banyak orang. Tapi, adakah partai yang mengusung mereka karena mereka bukan kader partai dan bukan selebritas?

Partai politik lebih senang mengusung orang yang sudah populer karena mereka disenangi rakyat desa dibandingkan orang pinter yang tak dikenal. Calon legislatif contohnya. Kaum populer itu bahkan bisa mencalonkan diri di beberapa partai – mereka lupa kalau komisioner KPU mau kerja teliti. Dan nanti, ketika orang-orang populer itu masuk Senayan, mereka bisa memberi insprirasi untuk masuknya orang populer lain sebagai calon presiden. Ya, semacam Eyang Subur atau boleh jadi ditambah Arya Wiguna – itu “diduga musuh” Si Eyang.

Jika dalam pemilu presiden nanti, pilihan yang tersedia Megawati, Prabowo, Wiranto, Aburizal, Eyang Subur, Arya Wiguna, plus tokoh baru yang melejit luar biasa belakangan ini -- Vitalia Sesha-- siapa yang saya pilih? Kalau ada fatwa yang menyebut golput itu haram, saya pasti memilih nama-nama di urutan depan. Namun, keponakan-keponakan saya di desa bisa jadi memilih Vitalia. Mereka terbiasa – karena sudah pengalaman dalam pilkada bupati dan gubernur – memilih dengan cara nyeleneh dan “tidak perlu bertanggung-jawab”. Mereka putus asa dengan keadaan dan pemilihan pemimpin pun dianggap main-main, karena memang diberi contoh dari atas dan media massa pun mengumbar “permainan” itu. Orang pintar sudah masuk angin, orang populer bablas angine.

Semakin tertutup angan-angan saya untuk mendapatkan presiden dengan wajah baru yang punya kemampuan serta wawasan. Jagoan saya tidak berpartai dan partai enggan mengambilnya karena ongkos mempopulerkan ke desa-desa perlu biaya tinggi. Mereka juga tak punya dana. Saya kira ada yang perlu dibenahi, sistem memilih pemimpin yang bisa membuat  negeri ini lebih baik. Entah itu undang-undang atau aturan lain. Masalahnya – kok melingkar di sini terus, ya – bagaimana membuat undang-undang yang baik kalau parlemen isinya wajah lama yang sudah tak becus membuat undang-undang ditambah para selebritas yang tak paham hukum. Kalau begini terus, hanya mukjijat yang bisa menyegarkan negeri ini. Saya harus pasrah menanti mukjijat itu, tetapi bukan tsunami.

(Diambil dari Koran Tempo Minggu 12 Mei 2013)


Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 12 Mei 2013 | Dibaca : 1314 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?