Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


572647

Pengunjung hari ini : 77
Total pengunjung : 126853

Hits hari ini : 121
Total Hits : 572647

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Geng Motor

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 19 Mei 2013 | Dibaca : 1656 Pengunjung

Geng motor itu, sekedar kenakalan remaja ataukah sudah merupakan kelompok kriminal yang harus segera diatasi? Dulu anak-anak muda yang suka balapan liar ini hanyalah menyalurkan rasa frustasinya. Frustasi karena tak mendapatkan kasih sayang di rumah karena sudah tipisnya komunikasi antara anak dan orang tua. Frustasi dengan keadaan saat ini, di sekeliling mereka sudah terjadi berbagai ketidak-normalan. Juga masalah kurangnya sarana untuk menyalurkan kreatifitas yang positif, misalnya, lapangan atau alun-alun kota yang berubah menjadi mal. Lapangan basket dan volly lebih sulit dicari dibandingkan supermarket.

Sekarang geng motor sudah naik kelas. Bukan lagi masalah kenakalan tetapi sudah menjadi pelaku kriminal. Di Pekanbaru anggota geng motor melakukan perampokan plus perkosaan, melempar kantor polisi, dan berbagai kejahatan lain. Di Makasar geng motor melakukan penganiayaan kepada jurnalis. Di Jakarta geng motor menabrak orang di jalanan, dan mereka cuek begitu saja. Hampir di seluruh kota, baik ibukota provinsi maupun ibukota kabupaten, geng motor itu ada dengan berbagai nama yang aneh-aneh. Secara berkelompok mereka bisa saja menjarah minimarket bahkan memalak pedagang kecil di jalanan. Kalau saja mereka sempat menghimpun diri secara nasional, apalagi membentuk Partai Geng Motor, jangan-jangan bisa menang dalam pemilihan umum.

Polisi mengaku kewalahan karena personil yang terbatas. Itu saya ketahui ketika malam-malam ikut nongkrong di arena balapan liar ini, di jalanan mulus yang lurus panjang di komplek pemerintahan Provinsi Bali di Denpasar. Dengan personil yang terbatas polisi hanya bisa mengawasi beberapa jam saja. Begitu polisi kabur, aksi kebut-kebutan dimulai. Pesertanya setiap malam bertambah.

Adakah pengaruh dari mudahnya memiliki sepeda motor? Barangkali begitu. Membeli motor dengan cicilan hanya satu juta rupiah ditambah kartu identitas, motor bekas tetapi lumayan bisa lari kencang, sudah bisa diambil dari dealer. Lalu, kalau cicilan tak dibayar sampai dua bulan, motor diambil kembali. Ini artinya para geng motor itu hanya menyewa motor untuk ugal-ugalan.

Prilaku ugal-ugalan itu terasa juga di jalanan umum meski tak begitu brutal jika anggota kelompoknya tidak banyak. Namun tetap saja memprihatinkan. Mestinya ada upaya lebih serius untuk menangani kenakalan yang menjurus pada aksi kriminalitas ini. Pemberian surat izin mengemudi yang terlalu mudah bahkan sudah mengabaikan faktor umur – banyak anggota geng motor yang masih di sekolah menengah pertama yang mestinya belum cukup umur dapat SIM. Razia polisi di jalanan yang cukup berakhir dengan “aksi damai”. Pemerintah yang begitu memanjakan pemilik motor dengan pajak yang ringan, bahkan hampir saja melakukan langkah blunder dengan memberi harga spesial untuk premium bagi pemilik motor.

Siapa sekarang ini memperhatikan para remaja itu? Sekolah sudah lepas tangan begitu anak-anak ini berada di luar sekolah. Orang tua mereka tak lagi sempat memperhatikan anak remajanya. Organisasi nonformal semacam Karang Taruna sudah mulai tak berperan karena pengayoman dari pemerintah mulai berkurang. Organisasi yang formal, sebut misal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), tak juga meliriknya karena KNPI sudah dikuasai “pemuda berumur”. Partai politik pun sama sekali tak melirik anak-anak ini. Mereka, para remaja yang kini frustasi dan tak tahu harus berbuat apa di tengah ingar-bingar urusan politik ini, seperti anak ayam kehilangan induk. Dan geng motor merekrutnya. Mari prihatin.

(Diambil dari Koran Tempo Minggu 19 Mei 2013)


Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 19 Mei 2013 | Dibaca : 1656 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?