Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


501005

Pengunjung hari ini : 186
Total pengunjung : 107488

Hits hari ini : 379
Total Hits : 501005

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Menunggu Obama

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 05 Januari 2012 | Dibaca : 1441 Pengunjung

 

Putu Setia

 

Presiden Amerika Serikat Barack Obama batal berkunjung bulan ini. Teman saya marah. “Rasanya saya ingin demo untuk menuntut agar Obama tetap datang,” katanya. Ia menyebutkan, alasan pembatalan itu, soal rancangan undang-undang mengenai reformasi kesehatan, sesuatu yang remeh-temeh.

 

Saya bertanya, apa pentingnya Obama datang? “Sangat penting, supaya saya bisa melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangannya. Saya sudah siapkan beberapa orang yang ikut aksi,” jawabnya.

 

Saya makin tak paham: “Kamu ini sebenarnya mengharap Obama datang atau tidak?” Teman saya menjawab: “Mengharap Obama datang sehingga saya bisa melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangannya.” Tak takut dengan pengamanan yang super ketat itu? “Ya, aksinya agak jauhlah, asal pandai memanfaatkan situasi, misalnya, adu dorong sedikit dengan polisi, pasti diliput televisi. Televisi kita kan senang dengan liputan begini.”

 

Saya mulai bingung: “Kalau kamu menolak kedatangan Obama, semestinya kamu senang dong Obama tak jadi datang.” Teman saya tertawa: “Anda ini bagaimana sih. Kalau Obama tak datang, bagaimana saya bisa melakukan aksi menolak kedatangannya? Saya ini kordinator lapangan aksi demo yang sudah berpengalaman, banyak orang yang mencari-cari saya.”

 

Saya mulai paham, dan tak berani lagi bertanya. Ini masalah sensitif.  Mungkin kawan saya tergolong  “mardem” – makelar demo.  Namun, ada yang saya renungkan dari ucapan teman ini, yaitu alasan Obama menunda kedatangannya ke Indonesia karena kasus remeh-temeh -- untuk ukuran Indonesia.

 

Pertanyaannya, apa betul Amerika Serikat negara adidaya? Tidakkah pemerintah Indonesia lebih “berdaya”? Mari perbandingkan. Hanya karena rancangan undang-undang kesehatan yang sulit diloloskan parlemen, Obama menunda lawatannya ke luar negeri. Di Indonesia, rancangan undang-undang kesehatan sama sekali tak jadi masalah. Bahkan rancangan itu tiba-tiba saja sudah disetujui parlemen tanpa banyak perdebatan. Rakyat seperti sengaja tak boleh tahu, apalagi berkomentar. Lalu, setelah disahkan parlemen, undang-undang itu pun masih dipreteli pasal-pasalnya oleh beberapa anggota DPR. Anehnya, kasusnya baru ketahuan sekarang dan baru pekan lalu dilaporkan ke polisi. Hebat kan pemerintah Indonesia? Tak ada satu pun pemimpinnya yang gusar, semuanya tenang. Parlemen pun super hebat, pasal undang-undang bisa dipreteli di luar sidang, mungkin di restoran mahal bersama para “pemesan”, di negeri masa ada kasus begini?

 

Berbagai krisis dialami Indonesia, pemimpinnya tetap saja pergi kalau memang jadwalnya pergi. Bukankah ketika bail out Bank Century dilakukan, Presiden Indonesia sedang ada di negeri Abang Sam? Ketika kasus Bank Century diramaikan oleh Panitia Khusus, Presiden Indonesia pun melawat ke Australia. Tak ada yang mesti ditakuti. Kenapa Obama takut meninggalkan negerinya hanya lantaran sebuah rancangan undang-undang yang  alot untuk disahkan?

 

Obama terlalu memikirkan rakyatnya. “Tugas saya sebagai Presiden Amerika adalah memastikan rakyat Amerika menikmati biaya kesehatan murah,” katanya. Di Indonesia biaya kesehatan murah sudah lama ada di Puskesmas, obat racikan yang cespleng untuk “segala jenis penyakit”. Kalau pun ada pasien miskin dirujuk ke rumah sakit, pengelola rumah sakit dengan baik hati membiarkan pasien itu tetap tinggal di rumah sakit meski pun dinyatakan sembuh – sebelum keluarganya melunasi “biaya administrasi”.

 

Rakyat Indonesia layak menunggu Obama, untuk belajar bagaimana menjadi pemimpin yang mau mengurusi hal remeh-temeh.


Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 05 Januari 2012 | Dibaca : 1441 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?