Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


355858

Pengunjung hari ini : 146
Total pengunjung : 67903

Hits hari ini : 1254
Total Hits : 355858

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Menteri Baru

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 05 Januari 2012 | Dibaca : 1239 Pengunjung

Putu Setia

Hari-hari ini pasti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak sempat memikirkan mengganti para menterinya. Desakan supaya mengganti menteri yang kinerjanya buruk, terus menggema. Bencana alam yang beruntun, dari barat ke timur, membuat perhatian SBY tercurahkan ke rakyat.

Saya terpanggil membantu SBY. Tapi bukan soal mengganti menteri, karena saya tak banyak hafal nama menteri, apalagi yang dikerjakannya. Saya justru mengusulkan menambah dua kementrian baru. Ini usul serius, jangan ditertawakan, tak boleh ada seorang pun anak bangsa (istilah ini mengingatkan saya pada Amien Rais, di mana ya beliau?) yang tertawa di tengah bencana.

Kementrian pertama adalah Kementrian Urusan Studi Banding. Yang kedua, Kementrian Urusan Bencana.

Tugas Menteri Studi Banding adalah membuat aturan apa yang dimaksudkan studi banding, apa tema yang akan dibandingkan, siapa orang yang berangkat, kemana tujuannya, kapan boleh berangkat, dan banyak lagi.

Menjelang berakhirnya tahun anggaran ini, studi banding begitu meriah, baik yang keluar negeri maupun di dalam negeri. Tetapi temanya menghina kecerdasan maupun nalar anak bangsa, yang sudah mewariskan budaya luhur sejak Zaman Majapahit. Untuk urusan etika saja harus berangkat ke Yunani, memangnya Kerajaan Majapahit, Kediri, Mataram tak pernah menghasilkan susastra berkaitan dengan etika? Aksi unjuk rasa era Mataram dilakukan rakyat dengan pepe – berjemur diam di alun-alun – dan Raja terhina kalau tidak mendengar “pengaduan” rakyatnya. Ini satu contoh kecil etika adiluhur. Sekarang aksi unjuk rasa sudah meniru Barat, merobohkan pagar, membakar ban bekas (ban baru mahal kan?), lalu bentrok dengan petugas. Mestinya orang Barat yang belajar etika ke sini.

Begitu pula etika berangkatnya, negeri sedang berkabung dengan mayat-mayat tergeletak diserang tsunami dan awan panas, kok bisanya terbang ke luar negeri. Apa masih enak bersantap di atas langit dilayani pramugari cantik, berjalan di London, Athena, Berlin? Jika tak terganggu dengan musibah di dalam negeri, berarti sudah tak waras lagi – maaf, tadinya hampir saya gunakan kata edan.

Di dalam negeri juga begitu. Pejabat di Bali studi banding ke Kalimantan Timur, mempelajari dampak pertambangan batubara. Apa juntrungannya, wong di Bali tak ada batubara? Bali pun dipenuhi pejabat dan wakil rakyat dari daerah lain yang studi banding, tapi yang dikunjungi Pura Besakih, Pura Tanah Lot, apa mau belajar Hindu? Terlalu dangkal penipuan ini, hanya untuk plesir saja menggunakan uang rakyat.

Menteri Bencana urusannya pun banyak. Kita hidup di alam yang akrab dengan bencana, tetapi penanganan bencana kacau, tak ada kordinasi. Banyak lembaga yang mengumpulkan “dompet bencana” – khususnya media massa – tapi tak ada transparansi sudah berapa bantuan diserahkan ke korban, bagaimana cara membantu dan prioritas yang dibantu, berapa sisa dana dan bunga banknya, siapa yang mengaudit, dan layakkah bantuan itu diberi label pengelola “dompet” padahal uangnya dari masyarakat.

Jika ada kementerian ini, semuanya harus melalui pintu itu, ada penanggungjawab tunggal, tetapi yang bergerak bisa banyak institusi. Akan terhindar salah bantu, misalnya, ketika di satu tempat pengungsian dilaporkan makanan tak cukup, semua orang menyumbang nasi bungkus. Esoknya, ribuan nasi bungkus basi, sementara bayi kehabisan susu.

Itulah usul saya Pak SBY, tambah dua kementrian. Kalau disetujui satu, cukup Kementrian Bencana saja, urusan studi banding dijadikan direktorat jenderal – namanya: direktorat jendral bencana moral.


Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 05 Januari 2012 | Dibaca : 1239 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?