Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


502603

Pengunjung hari ini : 86
Total pengunjung : 107918

Hits hari ini : 858
Total Hits : 502603

Pengunjung Online: 19


Twitter
Baca posting

Amburadul

Oleh : mpujayaprema | 11 Januari 2015 | Dibaca : 1504 Pengunjung

Sore itu, saya bersama Romo Imam mau cari udara segar di pantai. Kami naik angkot, begitulah kendaraan penumpang mini itu biasa disebut, padahal kawasan ini jauh dari kota. Penumpang sepi, maklum orang lebih senang naik motor atau mobil pribadi. Romo pun leluasa ngobrol dengan supir. Saya dengar Romo bertanya: “Bang, apakah angkot ini punya izin trayek ke pantai itu?”

Saya melihat supir gelagapan sebelum menjawab: “Di sini tak ada izin trayek, tapi kan orang sudah tahu tujuan angkot ini ke pantai.” Romo melanjutkan: “Kalau begitu perjalanan ini ilegal, tak berizin. Nanti kalau ada apa-apa pada penumpang, siapa bertanggung-jawab?” Supir bingung. “Apa-apa itu apa?”

Romo tertawa, tetapi pasti bukan mengejek. “Maksud saya kalau misalnya kecelakaan dan penumpang cedera, siapa yang menanggung biayanya?” Supir pun lama terdiam. Lalu menjawab: “Ya, urusan penumpang. Bukan urusan saya. Bayar murah saja kok mau diurus. Kalau saya ikut cedera, siapa mengurus saya?”

Obrolan terhenti, ada penumpang yang turun. Saya teringat olok-olok penarik becak di Surabaya ketika penumpangnya minta pelan-pelan supaya tak keserempet mobil. Bayar murah kok minta selamat. Tapi saya juga percaya pada teman yang berpendapat,  tiket pesawat murah bukan berkaitan dengan aman dan tidaknya penerbangan, tetapi soal kenyamanan. Ketika itu kami mau pesan tiket ke Jakarta. Antara yang murah dan mahal selisihnya sampai Rp 600 ribu. Petugas travel menyebutkan, yang mahal dapat makan dan minum, yang murah tak disuguhi apa-apa. Teman saya langsung memilih yang murah. “Nanti kita beli makanan yang paling enak, tak sampai Rp 100 ribu, kita makan di pesawat. Masih untung Rp 500 ribu,” alasannya.

Angkot jalan lagi dan Romo meneruskan dialognya: “Bang Supir, ada izin trayek atau tidak, kalau misalnya terjadi kecelakaan, apalagi sampai ada penumpang meninggal dunia, pemerintah memberikan jaminan lewat asuransi Jasa Raharja.” Supir tenang saja, entah dia paham atau tidak. Tapi saya yang nimbrung: “Seperti penumpang Air Asia itu kan Romo, ilegal atau tidak penerbangannya tetap saja ada klaim asuransi.” Romo langsung menjawab: “Betul. Keluarga korban jangan diteror dengan ilegal atau tidaknya penerbangan Air Asia, asuransi harus diberikan. Penumpang kan tak perlu bertanya pada pilot apakah penerbangannya ada izin atau tidak. Apalagi penumpang sampai bertanya, apakah pilot sudah dibriefing soal cuaca atau tidak.”

“Tapi amburadulnya izin penerbangan ini juga harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Romo lagi. “Menteri Perhubungan sudah bagus untuk bertindak tegas. Jangan main-main di udara. Izin penerbangan itu, dari trayeknya sampai jam penerbangan, berkaitan dengan kepadatan lalu lintas di udara. Itu ada batasnya. Bayangkan kalau ada enam pesawat di jalur yang sama pada waktu yang sama, lalu menghadapi cuaca buruk. Yang satu minta izin ke kiri, yang satu ke kanan, yang lain minta naik, lainnya lagi minta turun, bagaimana ATC sebagai pengendali kontrol menjawab ke enam-enamnya bersamaan? Pesawat kan tak bisa disuruh parkir dulu.”

“Petugas ATC harus diperbanyak,” kata saya, pura-pura paham. Romo tertawa: “Apa teknologinya sudah mendukung? Peralatan saja sudah kuno. Semua harus dibenahi, ya peralatan, ya perizinan. Juga pengawasan. Jangan-jangan amburadul ini sudah dari dulu dan musibah selalu membawa pelajaran.”

Angkot sudah sampai di pantai. Ombak besar sekitar dua meter. Kalau dua meter saja begini, bagaimana kalau empat meter seperti di tempat Air Asia jatuh?

(Diambil dari Koran Tempo Minggu 11 Januari 2015)


Oleh : mpujayaprema | 11 Januari 2015 | Dibaca : 1504 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?