Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman lebih lengkap disebarkan lewat blog Pasraman Manikgeni, klik di situs terkait di bawah kiri.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


572011

Pengunjung hari ini : 109
Total pengunjung : 126465

Hits hari ini : 221
Total Hits : 572011

Pengunjung Online: 1


Twitter
Baca posting

Begal

Oleh : mpujayaprema | 01 Maret 2015 | Dibaca : 1355 Pengunjung

Sesuai janji, saya datang ke Padepokan Romo Imam membawa batu akik yang belum diolah. “Terserah Romo, mau dipoles yang mana, ada badar emas, ada badar nikel, asli Sulawesi, tapi bukan akik Enrekang,” kata saya. Romo mengambil bebatuan itu. “Apa musim akik masih bertahan lama? Sekarang sudah memasuki musim begal,” katanya.

Saya terperanjat: “Apa hubungan akik dengan begal? Romo ada-ada saja.” Romo terkekeh. “Semua itu ada musimnya, seperti durian dan duku. Kalau buah-buahan musimnya diciptakan oleh alam, manusia tak kuasa menghambat. Kalau musim akik itu ciptaan manusia, bisa sebagai pengalihan isu, bisa untuk numpang tenar, tapi bisa murni bisnis,” kata dia.

Romo melanjutkan: “Sama dengan musim begal, itu perbuatan manusia. Begal beraksi di Depok, lalu Tangerang, kemudian Bintaro, ke Banten dan entah mana lagi. Kok bisa sambung-menyambung. Begitu pula musim lapor ke Bareskrim, kok bisa orang susul-menyusul melaporkan pimpinan dan penyidik KPK ke sana. Lalu ada musim praperadilan. Atau nanti musim angket...”

“Romo ngelindur...” saya memotong. “Kepala Bareskrim kan lagi menegakkan hukum tanpa lelah,” kata saya agak keras. Romo membalas keras pula: “Ya, tahu, Kepala Bareskrim saat ini polisi yang paling kuat, mungkin Kapolri yang sebenarnya. Perkara 10 tahun lalu, Novel Baswedan itu, kan baru diungkit  sekarang. Abraham Samad yang dilaporkan dengan banyak versi, akhirnya kena pula pada pemalsuan identitas kartu keluarga. Bambang Wijayanto kan ditangkap dengan borgol. Novel, Samad, Wijayanto itu karena orang-orang KPK.”

“Saya tak setuju, itu murni kasus hukum,” sahut saya. Lagi-lagi Romo terkekeh:  “Coba ingat, waktu sampeyan di Jakarta dulu, berapa kali memalsu indentitas keponakan-keponakan yang bersekolah di Jakarta dengan memasukkan namanya di kartu keluarga sampeyan. Tak ada masalah dan itu perkara kecil, karena sampeyan bukan pimpinan atau penyidik KPK. Seperti pula soal kartu tanda penduduk palsu, tak masalah jika itu dipunyai oleh polisi. Bagi mereka, polisi tugasnya mengusut, bukan yang harus diusut.”

Saya diam, tiba-tiba takut juga karena memang pernah memasukkan nama keponakan dalam kartu keluarga saya tanpa ada surat apapun. Tapi staf kelurahan tak mempersoalkan. “Lo, kok diam? Jangan takut, selama sampeyan tak bekerja di KPK, aman kok,” ujar Romo.

“Terus kalau musim begal yang mendadak itu, ada apa?” Saya mengalihkan topik, takut kalau pemalsuan identitas itu diteruskan. “Ya, barangkali ada pihak-pihak tertentu yang ingin polisi kembali ke masyarakat sebagai pengayom. Dengan adanya musim begal, ada kesempatan orang berkomentar: tuh pak polisi, fokus dong jaga keamanan, jangan main politik memperkarakan orang-orang yang lagi giat berantas korupsi, tangani begal dulu.”

Hahaha.... saya tertawa. “Otak Romo kena virus konspirasi, maaf. Begal itu sudah banyak yang didor, ada pula dibakar hidup-hidup oleh masyarakat, tak mungkin konspirasi aneh-aneh begitu.” Kali ini Romo diam, beliau ambil minuman. “Ya, syukurlah,” kata dia kemudian. “Syukur jika ini murni begal. Kalau begal membawa linggis dan samurai, saya percaya polisi bisa mengatasi. Tapi kalau begalnya pakai dasi dan rekeningnya gendut, saya lebih percaya KPK.”

Saya acungkan jempol pada Romo. “Begal berdasi terus mencari modus baru, Romo. Yang duduk di dewan mulai membegal pada saat anggaran diajukan. Mereka bikin anggaran siluman, seperti di Jakarta itu.  Untung ada Ahok.” Tiba-tiba tangan saya disalami Romo dan beliau berujar lantang: “Bela Ahok, bela KPK.”

(Diambil dari Koran Tempo Minggu 1 Maret 2015)


Oleh : mpujayaprema | 01 Maret 2015 | Dibaca : 1355 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?