Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


498896

Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 107190

Hits hari ini : 129
Total Hits : 498896

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

B

Oleh : mpujayaprema | 26 April 2015 | Dibaca : 1101 Pengunjung

ISENG kutak-katik alphabet, ternyata huruf paling populer pekan ini adalah “B”, bukan “A”. Apakah ini berarti menjadi orang kedua tak harus kecewa, karena bisa saja lebih menentukan? Entah, mungkin “B”, maksudnya betul.

Presiden Jokowi sudah melantik Kepala Kepolisian (Kapolri) yang baru, Badrodin Haiti, sebut saja B1. Pelantikan terang benderang dan gambar muncul di layar televisi. Beberapa hari kemudian Budi Gunawan (sebut saja B2)  dilantik sebagai wakil Kapolri oleh B1 dalam keadaan tertutup. Wartawan tak boleh hadir. Tamu terbatas di ruang yang berdesakan, bukan ruangan yang biasa dipakai lantik-melantik. Muncul isu, apakah akan ada Kapolri defacto dan Kapolri dejure? B1 berkata bahwa dia tetap memegang komando, sembari menyebutkan tak ada matahari kembar di kepolisian. Bantahan ini justru membuat orang menduga ada “apa-apanya”.

Sehari setelah B2 dilantik, wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif Bambang Wijayanto (sebut B-KPK) diperiksa di Bareskrim Polri yang kepalanya Budi Waseno (ah, sebut ini B3). Sempat ada persiapan B-KPK akan ditahan di rumah tahanan Brimob Kelapa Dua. Rupanya pimpinan KPK mencium hal itu, lalu menelepon B1 agar B-KPK tak perlu ditahan. B1 meneruskan ke B3 dan memang akhirnya tak ada yang ditahan.

Ini kasus hukum atau permainan di ranah hukum? Kalau memang ada yang harus ditahan demi hukum, kenapa bisa dibatalkan lewat “sebuah permintaan” yang memanfaatkan hubungan kolega? Semakin tidak jelas apa yang terjadi di kepolisian dan masih menambah penasaran bagaimana sesungguhnya hubungan KPK dan kepolisian paska kemelut para tokoh “B” itu.

Mari lupakan para tokoh “B” agar kita tak makin “B” alias bingung. Kita bicara “B” yang bukan tokoh, dan ini banyak. Semuanya menarik dan kontroversial. Misalnya soal bola. Ini “B” yang ruwet sekaligus aneh. Beberapa jam sebelum PSSI melaksanakan Kongres Luar Biasa di Surabaya, Menteri Olahraga membekukan organisasi populer itu. Tapi pengurus PSSI tak ambil peduli, tetap saja berkongres dan memilih pengurus barunya. Ketua Umum terpilih La Nyalla Mattalitti juga tak peduli dengan pemerintah dengan alasan PSSI atasannya FIFA. Tetapi kenapa tiba-tiba surat pembekuan itu digugat ke PTUN? Kalau memang tak peduli, ya, cuekin saja. Anjing menggonggong kafilah tetap menendang bola.

Sejatinya bisakah PSSI tak peduli? Izin pertandingan dikeluarkan polisi dan polisi meminta masukan dari pemerintah. Ternyata tak ada izin pertandingan yang dikeluarkan polisi di Lamongan, Padang, Surabaya dan kota lain. Liga Indonesia –sudah berganti dan ada kata Qatar – tetap “B” alias beku. Bukan saja pemain bola yang merana, juga masyarakat penggila bola dan tentu saja penjudi.

Pemerintah lewat Menteri Olahraga bisa saja keliru, terlalu intervensi. Namun Menteri Perdagangan juga intervensi undang-undang ketika melarang “B” yang satu ini: bir. Undang-undang menyebut peredaran minuman keras diatur oleh pemerintah daerah. Tapi menteri mengatur secara nasional, tak boleh bir dijual di mini market. Aneh, ada perkecualian. Misalnya, di Pantai Kuta bir boleh dijual. Lha, apa sulitnya membeli bir di pantai itu lalu dibawa ke lapak-lapak pinggir jalan? Lagi pula tak ada baliho bertuliskan “Bir Membunuhmu”. Yang ada “Rokok Membunuhmu” dan sang pembunuh bebas dijual di mana saja.

Masih banyak “B” yang menarik dibicarakan. Tapi yang satu ini saya (pura-pura) tak paham: bikini. Soalnya heboh ini menyangkut moral. Lebih “menggoda” mana murid SMA berbikini dibanding berpakaian renang?

(Diambil dari Koran Tempo Minggu 26 April 2015)


Oleh : mpujayaprema | 26 April 2015 | Dibaca : 1101 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?