Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


425585

Pengunjung hari ini : 287
Total pengunjung : 86248

Hits hari ini : 500
Total Hits : 425585

Pengunjung Online: 6


Twitter
Baca posting

Bela Negara

Oleh : mpujayaprema | 18 Oktober 2015 | Dibaca : 850 Pengunjung

Undang-undang Dasar (UUD) 1945 empat kali direvisi. Di amandemen ketiga pada Pasal 27 yang tadi dua ayat, ditambah satu ayat lagi. Bunyinya: (3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Amandemen ini saya kira hanya pemanis. Siapa sih warga negara yang tak mau membela negara? Bahkan para pujangga kita di masa lalu melahirkan pepatah: “hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, masih enak di negeri sendiri.” Kalau tim nasional sepakbola kita bertanding ke luar negeri, saya selalu membelanya, meski yakin tak bisa menang. Jadi, ada atau tidak ayat tambahan itu saya kira tak menjadi masalah.

Ternyata saya keliru, maklum buta hukum. Sebuah ayat apalagi pasal di setiap undang-undang, rupanya berujung pada “kepentingan tertentu”. Saya jadi yakin, selundupan pasal tembakau di undang-undang kesehatan, munculnya point kretek di rancangan undang-undang kebudayaan, pasti ujung-ujungnya adalah “kepentingan tertentu”. Juga ada payung hukum untuk sebuah rencana besar yang membutuhkan anggaran.

Tambahan ayat di Pasal 27 UUD itu, contohnya, bukan hal sepele. Lewat ayat yang kalimatnya ringkas itu lahir Direktorat Jenderal Bela Negara di Kementrian Pertahanan. Dan kini direktorat itu merancang program bela negara yang akan diresmikan Presiden Jokowi. Bahkan sebelum diresmikan secara nasional, sudah ada pelatihan “kader-kader bela negara”. Para kader di seluruh Bali, misalnya, siap memasuki markas di komplek militer pusat pendidikan dan pelatihan Kodam Udayana.

Apakah ini wajib? Karena konstitusi menyebutkan “wajib” maka program yang diberi nama “Pendidikan dan Pelatihan Kader Bela Negara” awalnya disebut wajib.Bahkan wajib diikuti oleh anak usia taman kanak-kanak sampai usia 50 tahun. Targetnya 10 tahun ke depan ada 100 juta warga yang mengikuti program ini. Namun belakangan penjelasan dari Kementrian Pertahanan berbeda, bukan wajib tetapi sukarela.

Yang jelas tak sama dengan wajib militer, begitu penjelasan Kementerian Pertahanan lagi. Wajib militer itu sudah disiapkan rancangan undang-undangnya dengan nama RUU Komcad (Komponen Cadangan). RUU ini bersama RUU Rahasia Negara dan RUU Keamanan sudah diserahkan pemerintah ke DPR Januari lalu. Mungkin karena tahu DPR sangat lelet membahas undang-undang (dari target 37 baru selesai 2 UU), maka program bela negara harus diluncurkan.

Wajib militer itu berat, hanya untuk usia 18 tahun ke atas. Bela negara lebih santai karena disesuaikan dengan peserta. Pegawai bank beda latihannya dengan murid sekolah dasar. Materi untuk politisi beda dengan materi untuk penyair – kalau ada yang mau ikut. Inti materinya soal disiplin nasional lalu mengobarkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan cinta Tanah Air. “Ini bagian dari pembentukan karakter bangsa yang juga mendorong program pemerintah dalam revolusi mental,” kata Laksamana Pertama M. Faisal, Direktur Bela Negara. Kurikulum pun sudah disiapkan dengan rapi.

Kenapa kurikulum dan materi bela negara ini tak dihibahkan saja ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, juga ke Kementrian Pendidikan Tinggi untuk diajarkan di sana? Mungkin sasarannya lebih luas, seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. Termasuk pegiat di media sosial. Di dunia maya kita sering baca celotehan yang mem-bully Presiden Jokowi, bahkan dengan kasar. Setelah program bela negara ini berjalan, tentu yang melecehkan Jokowi tak ada lagi. Kalau kita wajib membela negara, tentu wajib juga membela Kepala Negara. Begitu kan arahnya?

(Diambil dari Koran Tempo Sabtu 17 Oktober 2015)


Oleh : mpujayaprema | 18 Oktober 2015 | Dibaca : 850 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?