Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


418972

Pengunjung hari ini : 77
Total pengunjung : 84644

Hits hari ini : 164
Total Hits : 418972

Pengunjung Online: 1


Twitter
Baca posting

Kebencian

Oleh : mpujayaprema | 07 November 2015 | Dibaca : 960 Pengunjung

Kebencian itu kata sifat. Orang yang punya sifat suka membenci orang lain, lalu menyemai sifat buruknya itu setiap saat, kebenciannya makin subur. Apalagi kalau kebenciannya itu diujarkan setiap saat, baik diujarkan dengan kata-kata maupun diujarkan dengan tulisan, maka lengkaplah sifat buruk itu disandang.

Kebencian yang diujarkan harus dicegah agar masyarakat menjadi santun. Polisi sudah berbaik hati melawan “ujaran kebencian”, tugas yang sesungguhnya lebih layak disandang pemuka agama dan pendidik budi pekerti. Bukankah ajaran agama tidak membolehkan orang membenci? Setiap kita berujar – istilah ujar jadi trending topic sekarang – harus selalu dipertimbangkan baik buruknya dan selalu dipikirkan sebab akibatnya. Dalam bahasa Sansekerta, berujar yang baik itu disebut wacika dan sumbernya datang dari manacika (berpikir yang baik). Pikiran itulah yang harus dibersihkan lebih dulu dan itulah tugas agamawan.

Para pembenci itu sesungguhnya juga para perindu, kata orang bijak. Misalnya, jika ada orang yang membenci Joko (ini sekedar contoh dan bukan nama sebenarnya) maka pembenci itu akan selalu memperhatikan Joko. Apa pun yang Joko kerjakan, apa pun yang ia katakan, ke mana pun Joko pergi selalu diikuti beritanya agar punya bahan untuk melakukan “ujaran kebencian”. Joko tak bisa datang ke Amerika untuk berpidato, dikecam kenapa tak datang. Pas Joko pergi ke Amerika juga dikecam. Rupiah melemah itu salah Joko. Truck terguling juga salah Joko. Bandara Ngurah Rai ditutup dan Wapres India “terlantar” di Bali, juga salahnya Joko. Pembenci itu selalu mengkaitkan kesalahan pada Joko, padahal dia tahu bandara ditutup karena Gunung Rinjani meletus.

Artinya, dia selalu rindu pada Joko, seperti lirik lagu Benci tapi Rindu. Benci itu sebuah penyakit dan pembenci harus diobati tanpa resep dokter – supaya tak ada suap untuk dokter. Bagaimana mengobatinya? Dia harus diberikan pemahaman bahwa seseorang punya kelemahan dan kekuatan, punya kelebihan dan kekurangan, pernah berbuat salah dan benar. Tak ada manusia yang sempurna karena kita sepakat yang sempurna itu hanya Tuhan. Janganlah yang benar dari Joko kita sembunyikan, kelebihan dan kekuatannya kita lupakan. Bawalah cermin ke mana-mana, sebelum melakukan ritual “ujaran kebencian” bercerminlah dulu: apakah kita lebih baik?

Jika polisi turun tangan melawan “ujaran kebencian” sesungguhnya itu pertanda bahwa bangsa ini sudah merosot keberadabannya karena gerakan polisi itu lebih pada masalah moral. Kebencian yang diujarkan itu sebenarnya sudah diatur dalam ranah hukum, korban bisa mengadu karena namanya dicemarkan. Dalam bahasa keren disebut delik aduan. Yang jadi masalah, ada korban yang tak mau mengadu karena repot. Apalagi kalau korban itu seorang ulama atau pendeta, misalnya, lebih baik memaafkan sang pembenci atau mendoakan sang pembenci agar kembali ke “ujaran kebenaran”.

Celakanya, pembenci yang sakit akut jari-jarinya terus gatal kalau tak memencet handphone untuk menyebar kebencian di media sosial. Memang meresahkan juga. Keresahan ini yang membahayakan dan dalam skala tertentu bisa menimbulkan ketegangan apalagi kalau topik kebencian itu menyangkut suku, agama dan ras. Kalau demikian halnya surat edaran hate speech itu anggap saja tugas polisi mengambil alih peran pemuka agama untuk mendidik masyarakat santun, khususnya masyarakat media sosial. Seperti kata Kepala Polisi Badrodin Haiti, janganlah ditanggapi berlebihan sebagai pengekangan kebebasan berpendapat. Sepakat.


Oleh : mpujayaprema | 07 November 2015 | Dibaca : 960 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?