Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


568639

Pengunjung hari ini : 283
Total pengunjung : 125432

Hits hari ini : 492
Total Hits : 568639

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Doa

Oleh : mpujayaprema | 29 November 2015 | Dibaca : 930 Pengunjung

Harga kopi anjlog. Belasan petani tirakatan ke lereng gunung dan berdoa mengharap harga kopi membaik. Seseorang memimpin doa dan berikut petikannya.

Ya Tuhan yang maha agung. Telah Engkau turunkan kemarau panjang agar kopi yang kami jemur bisa kering dengan tuntas, meski sahabat kami terkena asap dari hutan yang terbakar. Kami maklum Engkau tak bisa memuaskan semua orang dan itu sudah berlalu. Kini cobalah Engkau ingatkan pemimpin kami agar tata niaga kopi diperhatikan, tak cuma mengurusi kedelai, beras, apalagi sapi. Di seluruh Nusantara ada kopi dengan beraneka rasa, tapi tak pernah ada yang mempromosikan untuk diekspor.

Ya Tuhan yang maha adil. Kopi memang bukan sumber daya alam seperti minyak, tembaga atau emas. Pemimpin kami sedang berebut rente dari tambang itu, dan dengan tak mengenal malu mereka menjadi makelar dengan mencatut junjungan kami, bapak presiden dan wakil presiden. Yang aneh serta ajaib sang pencatut menyebut dirinya dizolimi dan pendukungnya ternyata tetap setia. Bukannya mundur atau bunuh diri, ah, yang terakhir ini kami salah ucap, maafkan.  Memang ada majelis etika yang mengusut, tapi kami ragukan mahkamah itu. Sudah terbukti sebelumnya mahkamah tak berdaya terhadap sang pencatut, dipanggil saja tidak mau datang.

Ya Tuhan yang maha bijak. Berbagai cobaan telah Engkau turunkan agar negeri kami makin semerawut. Engkau turunkan menteri-menteri yang selalu suka cekcok sesama menteri. Engkau turunkan menteri yang berkali-kali ditegor presiden agar tak membuat gaduh tapi tak pernah diperhatikan. Engkau turunkan menteri yang pernyataannya berbeda dengan arahan presiden. Ya Tuhan, sudahilah cobaan ini. Jika menteri itu tak mau menurut, Engkau singkirkan dia dengan berjuta jalan. Atau Engkau berikan kekuatan kepada presiden kami untuk menggantinya, kapan saja, lebih cepat lebih baik.

Ya Tuhan yang maha kuasa. Dengan kekuasaanMu cobalah kami diberi kabar baik tentang parlemen kami. Sudah kami obok-obok semua media, dari yang tak ada gambarnya sampai yang gambarnya ngejreng, tak ada satu pun kabar baik dari parlemen kami. Memaksa membuat gedung, barter anggaran, minta fasilitas berlebihan tetapi jika rapat tak pernah kourum. Bukannya kami tak mau lagi menggaji mereka, tetapi ego dan sok kuasanya itu membuat kami geleng kepala. Sudah disediakan nama-nama yang tinggal dipilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, ternyata panitia seleksi dikerjain. Kayaknya mereka tetap ingin melumpuhkan komisi, maunya menentukan sendiri dari awal siapa yang memimpin komisi, agar bisa diajak bermain. Duh, Tuhan, kami sungguh malu.

Ya Tuhan, penguasa alam. Urusan malu sudah langka di negeri yang pernah mewarisi budaya luhur ini. Pemimpin kami tak malu berebut rente, saling menyalahkan, bikin gaduh, tak kapok korupsi padahal banyak koleganya yang sudah dipenjara. Kini nirmalu, maaf kalau kata ini salah, menular ke kader-kader bangsa, kepada mahasiswa. Kongres mahasiswa di Pekanbaru membuat kami malu benar, ratusan orang berbelanja di warung tanpa membayar, rombongan mahasiswa membawa senjata tajam. Ini mahasiswa berkongres atau preman unjuk gigi? Padahal kelompok mahasiswa itu berlabelkan agama yang penuh kedamaian. Ya Tuhan, dengarkan doa kami, cukuplah cobaan ini.

Usai melantunkan doa, petani itu menoleh ke belakang. Ternyata teman-temannya pada tidur, hanya satu yang terjaga. Dan yang melek itu berkata: “Doa sampeyan persis pemimpin yang sampeyan kritik, tak ada yang bersinggungan dengan nasib rakyat.”

(Diambil dari Koran Tempo Sabtu 28 November 2015)


Oleh : mpujayaprema | 29 November 2015 | Dibaca : 930 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?