Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


419001

Pengunjung hari ini : 79
Total pengunjung : 84646

Hits hari ini : 193
Total Hits : 419001

Pengunjung Online: 5


Twitter
Baca posting

Kalijodo

Oleh : mpujayaprema | 20 Februari 2016 | Dibaca : 792 Pengunjung

Seperti halnya Kramat Tunggak, nama Kalijodo bakal segera hilang dari peredaran di Jakarta. Hilang sebagai lokalisasi prostitusi menyusul kawasan sejenis di kota yang berbeda, Gang Dolly di Surabaya. Tapi tidak serta merta menghilangkan praktek pelacuran itu sendiri. Bahwa Menteri Sosial punya gagasan di tahun 2019 Indonesia bebas dari prostitusi, lebih baik hal itu dipahami sebagai berakhirnya era lokalisasi, resmi atau pun tidak. Bukan praktek prostitusi yang lenyap.

Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sejatinya bekerja biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa. Kawasan Kalijodo itu tanah negara. Peruntukannya ruang terbuka hijau. Bangunan yang ada di sana tergolong liar. Jika pun bangunan itu terpasang listrik dari PLN secara resmi, lalu ada warga yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), ditambah pajak dari usaha kafe yang ada di sana, maka anggap saja itu sebuah “kesalahan massal” yang dilakukan berbagai instansi. Termasuk misalnya di tanah negara yang diserobot untuk pemukiman, tiba-tiba ada Rukun Tetangga dan Rukun Warga yang diakui sah oleh Lurah.

Kini Ahok hanya menjalankan undang-undang. Mengembalikan Kalijodo untuk tujuan awal, hutan kota. Mengembalikan aset negara. Rencana itu sudah ada ketika Ahok menjadi wakil gubernur, namun tak mau menggusur begitu saja warganya jika belum ada penampungan. Ahok yang terkesan pemarah ternyata punya hati juga. Kini rumah susun sudah ada dan Ahok pun siap membongkar Kalijodo. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dan Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana mendukung Ahok dan siap mengerahkan anggotanya untuk pengamanan. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mendukung “pembubaran’ Kalijodo.

Jika Ahok berhasil menggusur Kalijodo dengan atau tanpa perlawanan yang keras, itu adalah tugas Ahok sebagai gubernur yang – sekali lagi harus dikatakan -- biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa. Bahwa ada yang menyebut Ahok pemberani, tegas dan tanpa kompromi, itu disebabkan karena gubernur di daerah lain bekerja “tidak biasa”, tak berani menjalankan undang-undang, pengecut menghadapi preman, tidak bisa mengawasi penyimpangan aparat di bawahnya.

Banyak ada sengketa yang timbul dari penyerobotan tanah negara dan kasusnya rumit karena sejak awal ketika masalahnya kecil tak ada penanganan yang baik. Satu dua bangunan berdiri di tanah negara tapi camat dan bupati diam saja. PLN mengalirkan listrik tanpa memeriksa status bangunan. Lama kelamaan banyak bangunan berdiri dan penghuni menghimpun diri, membentuk RT dan RW. Muncul preman pasang badan, preman yang kebanyakan keluarga pejabat juga. Setelah bertahun-tahun tanpa ada pengawasan barulah pemerintah sadar ada penyerobot tanah negara. Pejabat saling salah menyalahkan lebih dulu, baru kemudian membongkar bangunan liar itu dengan penuh heboh dan juga keluar uang banyak. Termasuk “uang kompensasi” yang seharusnya tak perlu.

Kalijodo secara teori lebih mudah digusur karena banyak yang mendukung. Di sini ada maksiat, ada judi, juga ada narkoba, dunia yang sehitam-hitamnya. Lupakan rintihan para pelacur – yang mengaku datang dari kampung miskin, dianiaya suami, ditipu mucikari, terperangkap dan seterusnya. Menteri Sosial boleh saja membantu mereka, ditampung di panti sosial, dilatih berwiraswasta, namun pelacuran tak pernah hilang. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kelak tak ada sengketa di pemukiman yang tanahnya ternyata milik negara. Ahok berani menjalankan undang-undang, seharusnya begitulah pemimpin.

(Diambil dari Koran Tempo Sabtu 20 Februari 2016)


Oleh : mpujayaprema | 20 Februari 2016 | Dibaca : 792 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?