Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


498894

Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 107190

Hits hari ini : 127
Total Hits : 498894

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Independen

Oleh : mpujayaprema | 12 Maret 2016 | Dibaca : 807 Pengunjung

AKHIRNYA Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbulat tekad maju sebagai calon gubernur lewat jalur independen. Ia pun sudah menunjuk calon wakil gubernur yakni Heru Budi Hartono yang kini Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI. Ahok memuji Heru sebagai pegawai negeri sipil yang bersih.

Berita dan ulasan tentang Ahok yang nekad ini mengalahkan berbagai isu. Kasus Labora Sitorus yang digrebek ratusan polisi dengan kendaraan barakuda, yang ternyata juga gagal menangkapnya, kalah oleh “Ahok yang independen”. Gerhana Matahari Total yang langka itu pun beritanya hanya bertahan beberapa jam dan malah candaan gerhana menyerempet ke politik, seolah-olah politik sudah jadi candaan yang sah di negeri ini.

Lalu apa lagi yang ditulis soal Ahok? Semua sisi sudah dikupas habis. Maka inilah cerita tentang seorang bakal calon bupati yang mendapat dukungan besar dari rakyat tetapi gagal menjadi calon.

Ia seorang pegawai negeri sipil, istilah yang dipakai masyarakat “kader bukan partai”. Karena antusiasnya masyarakat menginginkan dia menjadi bupati, maka digadanglah dia untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Partai mana yang mengusung? Tidak ada. Maka jalan yang terbuka hanya jalur independen.

Para relawan pun mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP). Spanduk dan baliho bertebaran di jalan-jalan. Tiba-tiba pimpinan cabang partai besar mendekati bakal calon bupati independen ini dan menawarinya untuk diusung partai. Bahkan siap memasangkan “kader partai” sebagai calon wakil bupati, pertanda serius. Pengumpulan KTP pun berhenti. Hanya bikin capek toh partai besar sudah mendukungnya.

Pilkada semakin dekat. Partai sebelah sudah punya calon yang pasti, tinggal mendaftar. Tapi sang mantan calon independen belum dapat rekomendasi yang ternyata harus diteken ketua umum partai di Jakarta. Pimpinan cabang partai yakin rekomendasi akan turun, tetapi “semuanya tergantung Ibu Ketua Umum”. (Kalau menyebut Ibu Ketua Umum sudah ketebak partai apa ini, biarlah).

Apa yang terjadi? Dua hari menjelang berakhirnya pendaftaran peserta pilkada, rekomendasi dari ketua umum partai ternyata jatuh kepada pasangan lain yang disebut “murni kader partai”. Sempat heboh sesaat. Namun jawaban pimpinan cabang partai enteng saja: “keputusan memang hanya ada di tangan Ibu Ketua Umum”. Kalau pun ada kata-kata tambahan, seperti ini: “Politik itu dinamis, apa pun bisa terjadi” atau “Kita harus amankan keputusan partai” atau ini lagi “Mekanisme pengajuan dari bawah sudah benar tetapi keputusan memang dari Jakarta.” Begitulah nasib “kader bukan partai” yang sial, meski pun “masyarakat akar rumput” sudah mendukungnya. Kembali menjadi calon lewat jalur independen tak mungkin lagi, selain kekurangan KTP dukungan, juga tak memenuhi syarat karena tahapan verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum sudah lewat.

Sudah pasti orang sehebat Ahok tahu kisah seperti ini, setidaknya bisa mencium baunya. Ahok meminta PDI Perjuangan tegas apakah tetap akan mendukung Djarot Saiful Hidayat sebagai wakil gubernur Jakarta pada Pilkada 2017, yang berarti juga mendukung dirinya. Jawaban tak kunjung datang dan Ahok pun tak mau “dijatuhkan” menjelang pendaftaran.

Sederhana sekali sesungguhnya, Ahok hanya membutuhkan kepastian dengan maju sebagai calon independen. Warga Jakarta pun membutuhkan kepastian apakah Ahok betul-betul maju. Adapun soal deparpolisasi dan “hal-hal yang bikin gaduh” itu hanya bumbu pilkada. Maklum Jakarta milik Indonesia.

(Diambil dari Koran Tempo Sabtu 12 Maret 2016)


Oleh : mpujayaprema | 12 Maret 2016 | Dibaca : 807 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?