Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


568573

Pengunjung hari ini : 278
Total pengunjung : 125427

Hits hari ini : 426
Total Hits : 568573

Pengunjung Online: 4


Twitter
Baca posting

Perpustakaan

Oleh : mpujayaprema | 02 April 2016 | Dibaca : 831 Pengunjung

ROMO Imam mengunjungi rumah saya di kampung, di mana ada satu ruangan di aula untuk perpustakaan umum.  Ia memeriksa rak-rak buku seperti halnya pejabat kabupaten yang sering datang, cuma melihat-lihat  tanpa menyentuh bukunya. Romo sampai pada rak yang ada kacanya, di sana ada deretan ensiklopedi. “Banyak yang membaca buku ini?” tanyanya. Saya menjawab jujur: “Sudah 10 tahun saya boyong ke Bali, tak satu pun ada yang membuka.”

Romo tersenyum kaget. Saya pun menjelaskan ikhwalnya. Dulu, awal 1980-an, tatkala saya baru berkeluarga di Yogyakarta, buku ensiklopedi itu saya beli dengan mencicil. Ada ensiklopedi umum,  ensiklopedi kesehatan dan teknologi. Saya taruh di rak yang menyekat ruang tamu, kalau ada rapat Rukun Tetangga saya berharap ada yang memuji saya. Setidaknya ada yang berkata kalau saya sudah jadi orang terpandang.

Tentu sesekali saya baca. Begitu pula ketika diboyong ke Jakarta. Tapi kini sudah 10 tahun lebih tak satu pun ada yang membuka, termasuk saya. “Semuanya sudah ada di Google, bahkan lebih lengkap dan baru,” kata saya. Romo lalu menuju rak buku-buku budaya dan agama. “Wow, ada komik Mahabharata RA Kosasih, lengkap pula. Apa anak-anak kampung ini suka?” tanyanya. Saya jawab: “Tentu suka Romo. Tapi buku itu tak lagi disentuh. Sudah saya sediakan flashdisk dan anak-anak membaca komik itu di layar televisi LED yang besar. Semua komik ini sudah ada dalam format pdf.” Romo mengalihkan pandangan pada sudut ruangan yang ada beberapa televisi dan komputer.

“Komputer itu dipakai untuk download dokumen, e-book, termasuk doa-doa yang tersebar di internet, kalau belum ada koleksinya di sini. Lalu pengunjung meng-copy-nya ke handphone masing-masing,” kata saya. “Apa anak-anak kampung ini punya handphone?” tanya Romo. “Waduh Romo, cucu saya yang baru empat tahun saja sudah main ipad. Itu dia, asyik menonton Upin Ipin atau mungkin kartun Mr Bean, meski sesekali meniru doa dalam berbagai irama,” saya menunjuk cucu di sudut aula. “Membeli ipad atau sejenisnya, paling menjual dua karung kopi, dan wifi di sini gratis.”

Kami minum kopi luak, asli produksi kampung. “Kalau begitu, untuk apa anggota Dewan Perwakilan Rakyat ngotot membangun perpustakaan terbesar di Asia Tenggara? Anggaran setengah trilyun lebih,” tiba-tiba Romo berseru. “Mungkin untuk menambah tempat tidur,” jawab saya.  Karena Romo melongo saya jelaskan, ada orang yang tak bisa tidur siang di tempat yang formal meski mengantuk. Mereka baru bisa tidur jika di ruang rapat atau ruang sidang yang membosankan, atau di mobil yang terkena macet, atau di pesawat terbang. Karena itu banyak anggota DPR yang ketiduran saat rapat paripurna yang tak ada perdebatan lagi. Saya juga seperti itu. “Siapa tahu di ruang perpustakaan yang besar dengan disediakan kursi yang lumayan, anggota DPR bisa rehat dan lelap,” sambung saya.

“Ah sampeyan guyu, saya serius,” Romo meneguk kopinya dan saya menjawab:  “Kalau serius, ya, tak ada gunanya DPR membangun perpustakaan yang lebih besar dari yang sekarang. Yang ada saja tak dimanfaatkan. Lagi pula, trend ke depan perpustakaan itu harus digital, bukan deretan buku, tetapi deretan komputer dan televisi yang kini sudah dilengkapi USB. Sementara pegawai perpustakaan terus mengkonversi buku-buku tua untuk dijadikan digital dan pengunjung bisa baca di sana atau meng-copy ke perangkatnya masing-masing.”

Romo menerawang sejenak, lalu berkata: “Jangan-jangan anggota DPR itu gagap teknologi, kalah sama anak-anak kampung.”

(Diambil dari Koran Tempo Sabtu 2 April 2016)


Oleh : mpujayaprema | 02 April 2016 | Dibaca : 831 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?