Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


425560

Pengunjung hari ini : 285
Total pengunjung : 86246

Hits hari ini : 475
Total Hits : 425560

Pengunjung Online: 7


Twitter
Baca posting

Calon Gubernur

Oleh : mpujayaprema | 30 April 2016 | Dibaca : 689 Pengunjung

Tak ada pemilihan gubernur yang seheboh di Jakarta. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai petahana memberi tamparan kepada partai politik. Jika dulu dia diusung Partai Gerindra, dalam posisi sebagai calon wakil gubernur yang dipasangkan dengan jagoan PDI Perjuangan, Joko Widodo, kini Ahok meninggalkan Gerindra. Ahok sempat berbasa-basi menanyakan kepada PDI Perjuangan apakah akan mendukungnya mengingat wakil gubernur dipegang Djarot yang adalah kader PDI P. Tapi terbentur “mekanisme partai” kepastian dukung mendukung itu baru ada menjelang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ahok bersimpang jalan, dia tahu kepastian itu tidak pasti.

Banyak orang tersentak lalu mendukung Ahok dengan memberikan KTP. Ada juga yang mendukung Ahok untuk menyalurkan rasa tak puas melihat tingkah polah partai selama ini. Partai sepertinya tak mampu melahirkan pemimpin.

Partai politik lagi gamang. Kini mereka menerima pendaftaran untuk bakal calon gubernur dan wakilnya. Siapa pun boleh mengambil formulir, apakah dia penyanyi, pengacara, pengusaha, pengamat sosial sampai yang tak jelas profesinya digolongkan di mana. Tak ada persyaratan, misalnya, harus seideologi dengan asas partai, harus kader partai dengan bukti punya KTA (kartu tanda anggota) partai.

Sampai penutupan pendaftaran, PDI Perjuangan mengantongi 32 pelamar. Di antaranya ada Yusril Izha Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (atau Bintang Bulan, saya lupa). Lalu ada Muhammad Idrus, kader Partai Keadilan Sejahtra, ada Haji Lunggana alias Haji Lulung, kader Partai Persatuan Pembangunan. Ketiga pelamar ini dikenal sebagai kader partai yang condong ke Islam. Kalau salah satu dari tiga orang ini dipilih PDI Perjuangan, apakah asas nasionalisme dibuang ke laut oleh para Marhenis, eh, apa istilah ini masih ada? Apakah kader partai  tak tersinggung (dan terhina) calon gubernur ternyata berasal dari kader partai lain?

Untuk tokoh sekaliber Yusril, juga terasa aneh, kalau dilihat dari sejarah kelahiran partai politik di negeri ini. Ahli hukum tata negara ini melamar di sejumlah partai. Apakah yang dia kejar? Tak perlu bergelar profesor untuk menjawabnya, pasti jabatan. Lantas, kalau jabatan itu diraihnya, ideologi apa yang dia terapkan sebagai gubernur? Apakah ujug-ujug ideologi itu klop dengan partai pengusungnya? Atau lupakan itu, yang penting “gubernur untuk kesejahtraan rakyat”. Jika begitu sederhana, untuk apa ada partai politik? Bubarkan saja partai. Penentuan calon-calon bupati, gubernur, presiden dan juga anggota parlemen cukup diseleksi oleh Pansel (Panitia Seleksi) yang dibentuk KPU. Calon yang dihasilkan Pansel ini dipilih oleh rakyat saat Pemilu atau Pilkada. Jangan-jangan lebih baik hasilnya.

Tapi syukurlah, pendaftaran yang diselenggarakan partai untuk calon gubernur ini, nampaknya juga “sekadar basa-basi”. Buktinya, PDI Perjuangan sudah dari awal menyebutkan, kader yang diusung nanti tergantung “penugasan partai” yang penetapannya dilakukan Ibu Ketua Umum. Jadi 32 pendaftar di PDI Perjuangan ini hanya “penggembira”, seperti yang pernah terjadi di masa lalu, misalnya, pada saat konvensi Partai Demokrat menjaring calon presiden. Tak ada hasil apa-apa, tapi pelamar tetap banyak. Maklum mereka mendaftar hanya mencari popularitas, bukan menawarkan program.

Jika begitu, sampai saat ini baru Ahok yang siap bertarung pada Pilkada DKI Jakarta tahun depan. Belum muncul lawan tangguh. Atau masih berusaha menggugurkan Ahok, entah dengan cara apa.


(Dikutip dari Koran Tempo Akhir Pekan 30 April 2016)


Oleh : mpujayaprema | 30 April 2016 | Dibaca : 689 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?