Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman lebih lengkap disebarkan lewat blog Pasraman Manikgeni, klik di situs terkait di bawah kiri.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


501030

Pengunjung hari ini : 186
Total pengunjung : 107488

Hits hari ini : 404
Total Hits : 501030

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Y Y

Oleh : mpujayaprema | 07 Mei 2016 | Dibaca : 682 Pengunjung

Hari libur panjang ini, Anda pergi ke mana? Mengunjungi desa mungkin lebih baik, apakah itu kampung halaman Anda sendiri atau kampung orang lain yang sudah jadi tujuan wisata. Desa sudah demikian maju.

Para remaja desa suka nongkrong di tempat tertentu, misalnya, di depan minimarket yang sekarang bertebaran di desa. Sampai larut karena “pasar moderen” itu buka 24 jam. Tapi coba perhatikan, jarang ada obrolan di antara mereka. Masing-masing sibuk dengan handphone-nya. Entah buka Face Book atau memelototi YouTube. Semuanya aplikasi gratisan, minimarket pun menyediakan Wifi gratis.

Di desa saya, mungkin juga di desa Anda, anak-anak sekolah dasar sudah akrab dengan YouTube, sampai-sampai bahasa Indonesianya berbau Malaysia saking keranjingan nonton Ipin Upin. Adapun siswa sekolah menengah demam Face Book. Mereka punya komunitas sendiri, berbagi obrolan, berbagi foto, berbagi pengalaman.

Internet murah sudah masuk desa. Handphone buatan Cina cukup dengan sejuta rupiah setara sekarung kopi basah. Paket internet Rp 10 ribu sebulan sudah dapat 3 GB (gigabyte) dan itu tersisa karena Wifi gratis ada di banyak tempat. Mereka sangat dimanjakan oleh internet murah, mereka asyik dengan dirinya dan khayalannya sendiri.

Celakanya, khayalan itu bisa jauh dari dunia yang normal, di mana sopan santun dan etika diajarkan para leluhur. Lewat internet, banyak ada adegan kekerasan, juga adegan pornografi. Situs porno boleh saja diblokir, tetapi adegan porno yang diunggah seseorang lewat video pendek di Face Book, Instagram, Line dan sebagainya, siapa yang memblokir?

Dan tiba-tiba kita dihebohkan oleh seorang gadis 14 tahun, sebut saja YY, yang diperkosa sampai meninggal. Pemerkosanya ada 14 orang, ya Tuhan, tujuh di antaranya masih tergolong anak di bawah umur dan semuanya warga desa setempat, teman YY sendiri. Ini kejadian di Rejang Lebong, seratus kilometer lebih dari kota Bengkulu.

Saya tak mengatakan bahwa ini pengaruh internet. Apalagi tak ada kabar yang menyangkut-pautkan itu dengan kepornoan dunia maya. Bahwa para pemerkosa  awalnya minum tuak, saya pun tak terlalu semangat membawa kasus itu ke arah perbuatan orang mabuk. Saya lebih tertarik untuk bertanya kenapa ada sekelompok remaja memperkosa temannya sendiri sampai tewas? Setan mana yang memasuki jiwa mereka?

Pastilah keakraban sosial sudah hilang. Mungkin orang sibuk “berkomunikasi semu dalam diam” lewat internet. Karang Taruna atau apa pun nama organisasi para pemuda di desa, sudah kehilangan tempat untuk bercanda. Lapangan volly berubah menjadi “pasar moderen”, lapangan sepak bola di kecamatan  menjadi ruko dan di kota menjadi mal. Kementrian Olahraga mencanangkan setiap desa ada lapangan sepakbola, tetapi itu baru teori. Seribu pasar tradisional akan direhab, itu juga baru mulai sementara “pasar moderen” sudah ada di selepas tikungan..

Jika tempat bersosialisasi sudah tak ada yang tinggal adalah rasa asing dan makin tipis kepekaan kepada sesama warga. Jangankan saling membantu di antara orang yang kesusahan, berbuat buruk pun makin gampang. Tak ada lagi teman, yang ada adalah seseorang yang bisa dijadikan sasaran melampiaskan khayalan.

Pemerkosa YY layak dihukum berat, jika perlu dikebiri – sementara kita tahu usianya belum 17 tahun, masih ada harapan berbuat baik dan melahirkan keturunan. YY milik kita, kepedihannya milik kita. Ya betul, kita tak ingin ada lagi YY yang lain, dan mari nyalakan lilin, bukan cuma untuk YY, tapi untuk membuat terang kegelapan yang menimpa anak-anak kita.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 7 Mei 2016)


Oleh : mpujayaprema | 07 Mei 2016 | Dibaca : 682 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?