Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


358278

Pengunjung hari ini : 78
Total pengunjung : 68644

Hits hari ini : 200
Total Hits : 358278

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Rismaharini

Oleh : mpujayaprema | 14 Mei 2016 | Dibaca : 515 Pengunjung

Tiga tahun lalu, di bulan September, saya menulis di rubrik ini tentang Risma, Wali Kota Surabaya. Saya kagum dan memujinya. Risma menampilkan gaya pemimpin beda. Ia ikut mengatur lalu lintas ketika macet dan memungut sampah di jalanan. Di mobilnya yang ada sapu, ember, plastik tempat sampah. Bukan buah dan cemilan yang biasa ada di mobil pejabat.

Padahal saat itu Risma lagi galau dan “kurang cocok” dengan wakilnya, Wisnu Sakti Buana, politisi yang menjabat Ketua PDIP Surabaya. Wisnu didapuk menjadi Wakil Walikota karena pejabat sebelumnya, Bambang Dwi Hartono mengundurkan diri. Risma dan Wisnu “musuh dalam selimut”, perbedaannya tajam, baik soal kebijakan – misalnya soal jalan tol dalam kota – maupun gaya kepemimpinan. Namun menjelang Pilkada serentak 2015, keduanya dibuat “akur mendadak”. Popularitas Risma melonjak karena prestasinya yang luar biasa. Paket ini dicalonkan kembali dan meraup suara di atas 82 persen, bahkan nyaris sebelumnya menjadi calon tunggal. Tak ada yang berani melawan Risma.

Sekarang Risma dalam sorotan dan saya menulis namanya lebih lengkap, Rismaharini, melihat Risma hari-hari ini. Ia dibuatkan spanduk di Jakarta untuk dijadikan calon gubernur melawan Basuki Tjajaya Purnama alias Ahok. Tidak jelas siapa yang membuat spanduk itu, PDIP mengaku tak tahu menahu. Namun tak bisa disembunyikan, petinggi partai banteng itu tidak ragu mengusung Rismaharini. Bagi mereka hanya Rismaharini yang bisa menang melawan Ahok. Bahwa Rismaharini tak ikut dalam uji kelayakan calon-alon gubernur Jakarta, ada alasan yang dijadikan pembenar: calon yang diusung PDIP adalah hak prerogatif Ketua Umum Megawati. Rismaharini tak boleh menolak karena ia sudah menjadi kader partai dan itu adalah “penugasan partai”.

Hari ini saya tetap kagum kepada Rismaharini karena ia “melakukan pembangkangan”. Berkali-kali ia menyebut, tak rela meninggalkan Surabaya karena ia berjanji tetap menjadi walikota sampai akhir masa jabatannya. Ia tak ingin mengkhianati janji itu.  Namun saya menduga Rismaharini yang sudah jadi kader partai beda dengan Risma yang polos saat ia pegawai daerah di awal jabatannya pertama. Sekarang mungkin ia bisa mencium “aroma politik”.

Apakah dukungan yang menggebu untuk mencalonkan Rismahirini sebagai cagub Jakarta bukan sebuah jebakan? Jebakan itu adalah “pelengseran halus” agar ia berhenti jadi Wali Kota Surabaya. Ada yang mengincar jabatan itu.  Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah dalam Pasal 7 huruf (t), ada mengatur  anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil harus mengundurkan diri dari jabatannya sejak mendaftarkan sebagai calon kepala daerah. Memang UU itu mau direvisi lagi dan DPR bernafsu agar yang mengundurkan diri hanyalah anggota TNI dan polisi, pejabat lain hanya cuti. Belum tentu pasal ini akan lolos direvisi.

Jika pasal itu tetap, Rismaharini harus mundur sebagai walikota begitu ia didaftarkan sebagai cagub DKI Jakarta. Tentu ada yang “mendapat durian runtuh” di Surabaya. Jika pasal itu berhasil direvisi DPR, Rismaharini bisa menanggung malu jika kalah melawan Ahok. Ia kembali menjabat walikota dengan menyandang pecundang, barangkali pula ditambah julukan “kemaruk jabatan”. Ini beban negatif. Rismaharini tahu, mengalahkan Ahok ibarat berjudi.

Saya ingin Rismaharini tetap pada suara hatinya, selesaikan jabatan di Surabaya lalu bertarung untuk menjadi Gubernur Jawa Timur. Ini politik, siapa tahu ada jebakan batman.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 14 Mei 2016)


Oleh : mpujayaprema | 14 Mei 2016 | Dibaca : 515 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?