Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


568630

Pengunjung hari ini : 283
Total pengunjung : 125432

Hits hari ini : 483
Total Hits : 568630

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Partai

Oleh : mpujayaprema | 29 Mei 2016 | Dibaca : 748 Pengunjung

Sebagai pilar demokrasi, partai politik lagi tak laku. Wibawa partai runtuh. Banyaknya politisi yang terlibat dalam skandal korupsi hanya salah satu sebab. Perilaku politisi yang suka berulah baik lewat kata-kata mau pun tindakan dan partai yang kerap bergejolak, adalah sebab yang lain. Partai yang tergantung pada satu tokoh, juga jadi penyebab orang melirik sebelah mata.

Tapi kegiatan demokrasi tetap bergairah tatkala ada tokoh yang tiba-tiba menjadi penyalur dari ketidak-sukaan pada partai politik itu. Misalnya, saat Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang tak mau diusung partai politik pada pemilihan kepala daerah di Jakarta tahun depan. Orang rela datang dengan biaya sendiri menyetor kartu tanda penduduk untuk mendukung pencalonan Ahok. Banyak yang berkata, bukan sekedar memilih Ahok tetapi merasa terwakili sebagai masyarakat non-partai. Jalur independen atau “jalur emoh partai” ini menular di pilkada Yogyakarta dan Kabupaten Buleleng, Bali. Mungkin di tempat lain lagi.

Meski partai sudah “sulit dijual”, toh tak mengurangi niat orang untuk membuat partai baru. Padahal sepuluh partai yang punya perwakilan di parlemen sudah cukup bikin riuh. Pemilu 2014 diikuti 12 partai politik, Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia tak lolos ke DPR. Padahal kurang apalagi, tokohnya Yusril Izha Mahendra dan Sutiyoso, orang pintar dan populer.

Pendaftaran partai politik baru sudah dibuka di kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Belum seminggu sudah mendaftar enam partai baru, yakni Partai Rakyat, Partai Pribumi, Partai Idaman, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Indonesia Kerja, dan Partai Beringin Karya. Lalu ada Partai Perindo yang setiap hari mengumandangkan hymne-nya di televisi milik ketuanya, Hary Tanoesoedibjo. Akankah masih ditambah dengan partai lain pada pekan depan?

Para pendiri partai dengan nama aneh-aneh itu patut diacungi jempol. Jempol untuk keyakinannya bahwa partainya akan bisa lolos verifikasi di Kementrian Hukum yang persyaratannya demikian ketat, harus memiliki pengurus dengan rincian 100 persen di tingkat provinsi, 75 persen di kabupaten/kota, dan 50 persen di kecamatan. Bahwa nanti akan ada jempol mengarah ke bawah karena suara yang diraih hanya nol koma nol sekian, itu pasti tak aneh.

Kementrian Hukum dan Komisi Pemilihan Umum harus tegas ketika melakukan verifikasi. Kalau dengan mudah partai politik itu lolos, Pemilu 2019 akan menjadi paling riuh. Bisa riuh dengan rusuh, syukur kalau riuh dengan banyolan.

Betul kita sudah biasa dengan pemilu banyak partai. Pemilu di awal reformasi 1999 diikuti 48 partai. Pemilu 2004 dengan 24 partai, Pemilu 2009 naik lagi 38 partai dan Pemilu 2014 dengan 12 partai. Namun Pemilu 2019 formatnya beda. Ada keputusan Mahkamah Konstitusi – kecuali jika diuji lagi – Pemilu 2019 serentak dengan pemilihan presiden dan mengacu ke Pasal 6A ayat (2) UUD 1945 yang sudah diamandenem: “pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum”. Jadi setiap partai bisa mengajukannya asal lolos dalam verifikasi KPU untuk menjadi peserta Pemilu.

Partai besar mungkin koalisi karena mereka serius, tapi sulit gandeng partai baru yang tak jelas itu. Sementara partai baru yang terjangkit eforia sensasional justru memanfaatkan format pemilu serentak ini. Maka bisa ada puluhan calon presiden di republik ini. Luar biasa riuh, juga membingungkan, kecuali dianggap dagelan lima tahun sekali.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 28-29 Mei 2016)


Oleh : mpujayaprema | 29 Mei 2016 | Dibaca : 748 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?