Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


418226

Pengunjung hari ini : 188
Total pengunjung : 84448

Hits hari ini : 1782
Total Hits : 418226

Pengunjung Online: 4


Twitter
Baca posting

Polisi

Oleh : mpujayaprema | 26 Juni 2016 | Dibaca : 564 Pengunjung

Begitu mendengar Romo Imam pulang dari luar negeri, saya langsung ke padepokannya. Beliau lagi menatap televisi. “Sudah terang benderang Romo, tak akan ada yang menolak pencalonan Pak Tito menjadi Kapolri. Kok Romo masih mendengarkan pertanyaan wakil rakyat yang bertele-tele itu?”

Romo tenang saja dengan keusilan saya. Juga tidak memindahkan chanel sebagaimana biasanya kalau saya lagi memprotes apa yang beliau tonton di layar kaca. “Saya tak fokus mendengarkan apa pertanyaan wakil rakyat,” akhirnya Romo menanggapi juga. “Yang saya pikirkan, Tito Karnavian tak bisa memenuhi harapan yang begitu besar dari masyarakat. Memperbaiki citra polisi.”

“Kenapa Romo pesimistis?” saya bertanya. Romo mengecilkan suara televisi sebelum menjawab. “Karena memperbaiki citra polisi tak sepenuhnya ada di tangan kepala polisi. Tito bisa saja mengusulkan gaji dan tunjangan polisi naik seratus persen atau lebih. Gaji pokok polisi sampai berpangkat ajun brigadir di bawah upah minimun regional, di bawah dua juta. Kalau pun tunjangannya juga dinaikkan, tak jauh-jauh amat. Gaji jenderal itu tak sampai enam juta, katakanlah ditambah ini dan itu tak akan sampai dua puluh juta. Kalah dengan gaji polisi negara tetangga yang terendah, tiga puluh juta. Kalau naik terlalu tinggi, apa pemerintah mengabulkan? Anggaran di berbagai kementrian sudah dipangkas. Kita lagi darurat anggaran.”

Saya memotong: “Apakah memperbaiki citra polisi itu harus dengan menaikkan gaji?” Romo langsung menyambar: “Ya, itu pasti. Omong kosong citra polisi membaik kalau kesejahtraan mereka buruk. Memangnya ada berapa polisi seperti Bripka Seladi yang nyambi menjadi pemulung? Kejujuran sering kalah ketika perut lapar, bukan lapar karena puasa tetapi lapar karena tak ada yang dimakan. Polisi jujur seperti Hugeng itu sudah tak ada. Buktinya rencana membuat Hugeng Award batal, karena calon yang diduga ada, ternyata tetap bermasalah.”

“Padahal mensejahtrakan polisi salah satu program Pak Tito,” saya bergumam. “Pak Tito bisa melakukannya secara bertahap disesuaikan dengan anggaran, namun ada instansi lain yang turut menentukan,” jawab Romo. “Tapi, andai kata gaji polisi sudah naik, apakah masyarakat siap membantu polisi memperbaiki citranya?”

“Apa kaitannya dengan masyarakat? Rakyat senang polisi jujur,” saya nyeletuk. Romo tertawa. “Masyarakat yang lagi sakit ini punya andil besar menjerumuskan polisi. Sampeyan kalau jelas bersalah melanggar lalu lintas, apa mau ditilang? Antre di pengadilan karena hakimnya terbatas, membayar denda tapi surat yang ditahan masih diurus ke panitera, buang banyak waktu. Nyogok seratus ribu ke polisi pasti sampeyan rela. Polisi mau disogok sampeyan hina: mata duitan. Polisi menolak sampeyan memaki: sombong sok jujur. Polisi salah melulu.”

Romo melanjutkan:  “Itu baru polisi di jalanan. Kalau yang punya jabatan, besar lagi godaannya. Setingkat kepala sektor digoda bandar judi dan makelar minuman keras. Rumor yang beredar, polisi yang pernah pegang jabatan kepala resort di kabupaten, pasti punya rumah pemberian pengembang. Apa ada jenderal polisi yang jatuh miskin?”

“Romo menakut-nakuti. Kita harus dukung Pak Tito untuk membersihkan korupsi di kepolisian, hanya dengan itu citra polisi baik,” kata saya. “Ya, kita dukung,” Romo menyambar. “Tapi itu perlu waktu dan harapan yang besar ini janganlah cepat ditagih. Pasti presiden mengangkat Tito karena tahu, membenahi citra polisi butuh waktu panjang, perlu Kapolri yang tak cepat pensiun.”

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 25-26 Juni 2016)


Oleh : mpujayaprema | 26 Juni 2016 | Dibaca : 564 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?