Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


572617

Pengunjung hari ini : 76
Total pengunjung : 126852

Hits hari ini : 91
Total Hits : 572617

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Tanding

Oleh : mpujayaprema | 24 September 2016 | Dibaca : 581 Pengunjung

NEGERI ini menghadirkan pertandingan yang mengasyikkan hari-hari ini. Ada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat, adu tanding para atlet untuk  menjadi yang paling perkasa. Ada perhelatan pemilihan kepala daerah, adu tanding untuk menjadi  bupati, walikota, atau gubernur di 101 daerah pemilihan. Meski baru tahap mendaftar, keriuhan tak kalah dengan perhelatan PON. Politik dan olahraga sama saja, adu strategi dan kelicikan.

Apa yang dikejar dari pertandingan ini? Dari PON diharapkan muncul atlet berprestasi lewat adu tanding antar daerah. Ini ajang seleksi siapa yang terbaik di Nusantara, kelak akan diadu tanding ke tingkat dunia. Di situ nama baik bangsa dipertaruhkan.

Dari pemilihan kepala daerah, diharapkan muncul pemimpin yang mampu membuat rakyat sejahtra. Rinciannya bisa banyak, misalnya, tersedia lapangan kerja untuk rakyatnya, ada rasa aman tinggal di rumah tanpa ancaman penggusuran, anak-anak bisa sekolah dengan gratis, pelayanan kesehatan bagus dengan obat murah tapi tidak palsu. Untuk kota besar seperti Jakarta yang warganya lebih manja, ya, jalanan lancar, air tak selalu menggenangi rumah dan jalanan di kala hujan yang dulu disebut banjir.

Sayang tujuan utama itu kalah oleh tujuan jangka pendek. Target yang diraih terlalu kecil karena ego yang besar. Harus menjadi juara umum PON lalu sportifitas dinomor-duakan. Ada pembajakan atlet, tiba-tiba atlet yang berprestasi pindah ke daerah lain. Wasit yang tak netral. Buntutnya terjadi kerusuhan yang melibatkan penonton.

Calon bupati, walikota, gubernur juga saling sikut jauh sebelum pertandingan yang sebenarnya di tempat pemungutan suara. Hampir di mana-mana ada drama, tak cuma di Jakarta. Adu strategi dan kelicikan dengan mengabaikan etika. Misalnya Ahok sebagai inkumben yang ingin bertahan. Dia tak berpartai, dulu sih suka loncat sana loncat sini. Ahok memang dekat dengan bos partai besar, tapi dia ragu apa partai itu mau mengusungnya atau tidak. Ahok minta jaminan jauh hari, tapi “mekanisme partai” tak mengizinkan. Ahok pun menempuh jalur independen sambil menyindir kejelekan partai: sarang malinglah, minta maharlah. Pokoknya anti partai.

Semangat anti partai ini disambut satu juta dukungan pemilik kartu tanda penduduk. Dengan modal besar ini tiba-tiba sejumlah partai menawari Ahok untuk “pindah kendaraan” dari independen ke partai. Ahok langsung tertarik karena tak perlu lagi verifikasi kartu tanda penduduk yang ribet. Bahkan partai besar teman Ahok itu pun ikut pula bergabung. Cerita Ahok pernah “melecehkan partai” segera dilupakan.

Yang menarik juga penantang Ahok. Mereka bukan kader partai yang punya suara di DPRD. Tapi mereka lihai, blusukan ke sana kemari di kawasan yang menjadi korban kebijakan Ahok. Foto-foto di unggah ke media sosial dengan opini “saya berpihak ke rakyat kecil lo”. Nama mereka berhasil masuk ke lembaga survey mendampingi nama Ahok, biar pun suara kecil tak apa-apa. Dengan modal itu mereka menawarkan diri ke partai. Sempat diberi harapan meski akhirnya dilupakan pula. Kasihan

Puncak keprihatinan kita akhirnya datang dengan dicalonkannya Agus Harimurti, putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, “kader” tentara nasional yang cemerlang untuk menantang Ahok. Kalau ujungnya seperti ini lalu apa fungsi partai kalau tidak menciptakan kader-kader pemimpin bangsa? Sungguh adu tanding saat ini, apakah itu atlet atau calon gubernur, targetnya sangat berjangka pendek. Bagaimana negeri bisa maju kalau pemimpinnya asal tunjuk?

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 24 September 2016)


Oleh : mpujayaprema | 24 September 2016 | Dibaca : 581 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?