Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


353907

Pengunjung hari ini : 172
Total pengunjung : 67637

Hits hari ini : 577
Total Hits : 353907

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Hukuman

Oleh : mpujayaprema | 17 September 2016 | Dibaca : 430 Pengunjung

ADA seseorang yang menekuni dunia spiritual dan berminat menjadi pendeta. Dia banyak membaca kitab agama dan sudah mengamati praktek ritual. Ketika niatnya dia sampaikan kepada perguruan dan dibuka-buka syarat untuk menjadi pendeta, betapa kagetnya orang itu. Dia tidak memenuhi syarat. Dia pernah dihukum penjara selama 3 bulan beberapa tahun yang lalu. Kasusnya, terbukti ikut menjadi penyelenggara sabungan ayam.

Berat sekali syarat menjadi pendeta. Pelaku tindak pidana, betapa pun ringannya hukuman itu, adalah noda tak berampun. Tidak jelas dari mana asal-usul syarat mahaberat itu. Memang ada yurisprudensi begini. Alkisah ada seorang perampok yang sudah bertobat. Begitu kuat tobatnya dan bertahun-tahun menekuni samadi, dia ingin menjadi pendeta. Ternyata tak ada satu pun perguruan yang bersedia menampung karena dia mantan perampok. Tapi orang itu tak putus asa. Gagal jadi pendeta dia tumpahkan ilmunya dengan menulis sloka (syair) panjang yang bernafaskan agama. Syair bercerita itu, sekarang dikenal dengan Ramayana. Dialah Valmiki, bekas perampok yang tetap diberi gelar Rsi, meski bukan pendeta pemimpin ritual. Rsi Valmiki namanya lebih harum dari para resi (pendeta) lain di zamannya.

Pesan dari kisah ini, seorang pelaku tindak pidana yang sudah dikenakan hukuman, tetap “orang yang ternoda”. Betapa pun dia menyatakan tobat, tak mengulangi perbuatannya, berkelakuan baik dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana umumnya syarat-syarat menjadi seorang pemimpin, tetap saja ada “noda”. Dan “noda” itu tak hilang-hilang. Ibarat setetes noda tinta dalam segelas air, noda itu membuat air tak bening. Meski kemudian “air kebajikan” terus menerus ditambah dan gelas diganti belanga yang jauh lebih besar, “noda” itu tak hilang, hanya air nampak semakin bening. Penampakan yang kasat mata.

Sekarang apakah jabatan bupati, walikota, dan gubernur harus seketat syarat itu dan harus mendapatkan orang yang betul-betul bebas dari noda dan cela? Ini perlu direnungkan, apakah calon pemimpin itu cukup dilihat dengan “penampakan kasat mata”, artinya dilihat keadaannya saat ini,  atau kita perlu menelisik lebih jauh rekam jejaknya? Peraturan yang dirancang Komisi Pemilihan Umum (KPU) membolehkan calon peserta pilkada orang yang dikenakan hukuman percobaan. Ini menimbulkan kontroversi.

Yang setuju beralasan bahwa hukuman percobaan adalah hukuman yang sangat ringan, dan tak berdampak pada penahanan kalau selama masa percobaan itu tidak berbuat tindak pidana lagi. Yang menolak beralasan bahwa hukuman percobaan tetap sebuah keputusan bahwa orang itu sudah bersalah. Artinya sudah melakukan tindakan tercela. Persoalannya, apakah calon bupati, walikota dan gubernur harus orang yang betul-betul bersih tanpa cela?

Tidak ada manusia yang sempurna. Namun jika kita sepakat mencari pemimpin yang punya kredibilitas dan moralnya terjaga, bukankah kita harus mencari pemimpin yang tingkat kesalahannya paling kecil? Dua ratus lima puluh juta lebih penduduk Indonesia, apakah mencari bupati dan gubernur yang tak sampai ratusan itu sulit setengah mati? Apakah stock orang-orang yang tidak tercela sedikit yang minat menjadi bupati, walikota, gubernur bahkan menteri? Bagi yang pernah tercela dan sudah tobat, masih banyak ladang pengabdian yang lain.

Mari membuat syarat yang lebih ketat untuk jabatan publik. Saring orang-orang yang jejaknya baik, karena mereka akan menjadi teladan di mata rakyat. Pemimpin tercela, rakyat tak akan jatuh cinta.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 17 September 2016)


Oleh : mpujayaprema | 17 September 2016 | Dibaca : 430 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?