Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


569956

Pengunjung hari ini : 156
Total pengunjung : 125707

Hits hari ini : 244
Total Hits : 569956

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Jessica

Oleh : mpujayaprema | 29 Oktober 2016 | Dibaca : 492 Pengunjung

Jessica Kemala Wongso dihukum 20 tahun oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Meski tak ada fakta hukum formal bahwa dari tangannya racun sianida itu dituangkan ke gelas kopi, namun hakim berhasil merangkai berbagai tingkah laku Jessica jauh sebelum tragedi itu terjadi. Kesimpulannya Wayan Mirna tewas setelah minum kopi di restoran Oliver dan yang menuangkan sianida ke gelas kopi itu, diyakini oleh hakim dilakukan Jessica sendiri. Tak ada orang lain, Jessica pembunuh tunggal.

Sidang pun gemuruh. Puluhan orang yang berbaju “justice for Mirna” bahkan bersorak ria. Untuk sementara sinetron peradilan yang konon menarik minat banyak orang ini – dan karena itu stasiun televisi ramai-ramai menyiarkan secara langsung – berakhir. Meski Jessica dan penasehat hukumnya akan banding, tak akan ada keriuhan dalam persidangan di pengadilan tinggi. Paling debat pernyataan saja.

Inilah sidang peradilan yang paling heboh di negeri ini. Lebih heboh dari sidang Mahkamah Militer Luarbiasa (Mahmilub) pasca tragedi G 30 S yang digelar 1968. Di saat itu tak ada televisi selain TVRI, apalagi media sosial. Juga tahun itu tak ada saksi yang berani berbicara dengan bebas. Dalam sidang Jessica ada perang antar saksi ahli yang begitu dasyat. Saksi ahli jaksa memberatkan Jessica dan saksi ahli pembela meringankannya, seolah keahlian bisa diarahkan ke mana maunya.

Sidang Jessica betul-betul menerapkan prinsip “keterbukaan mutlak”. Sidang memang terbuka untuk umum jika bukan kasus cabul, juga terdakwa bukan anak-anak. Namun sesuai ketentuan hukum yang masih berlaku, saksi yang belum diperiksa tak boleh duduk si ruang sidang. Hakim punya daftar saksi yang akan didengar. Tujuannya agar saksi tidak saling mencocokkan atau saksi yang belakangan sudah menyiapkan diri untuk mematahkan saksi terdahulu. Kalau televisi menyiarkan langsung, apa bedanya saksi ada di ruang sidang dan tiduran di rumah? Sungguh hakim amat moderen, selain ingin numpang populer.

Terdakwa dan keluarga korban juga orang-orang moderen dan banyak uang. Keluarga korban, jaksa, dan pengacara setiap saat bisa diwawancarai televisi dan memberikan opininya. Apa yang disebut trial by the press mungkin sudah kedaluwarsa.

Bagaimana kalau korban pembunuhan yang “rada gelap” ini terjadi di daerah, apakah sehebat itu perhatian publik dan media massa? Mungkin tidak. Yuyun yang diperkosa dan dibunuh belasan lelaki di Bengkulu yang jauh itu, tak jelas juntrungan beritanya, tak jelas berapa saksi ahli yang hadir, tiba-tiba ada yang dihukum mati. Jadi yang disebut TKP (tempat kejadian perkara) punya pengaruh atas hingar-bingarnya sidang Jessica.

Keluarga Mirna puas dan bisa lebih tenang karena pembunuhnya sudah jelas dan dihukum lewat peradilan yang moderen. Kalau di daerah terpencil ada “kearifan lokal” bagaimana keluarga korban pembunuhan mencari ketenangan siapa pembunuhnya. Di pedesaan Bali, misalnya, lewat balian (sejenis dukun) yang bisa memanggil roh korban untuk bercerita siapa pembunuhnya. Di Manggarai, Flores, ada cara unik. Keluarga korban datang ke makam lalu menyemburkan daun sirih dan buah pinang sambil memohon dengan bahasa Sierra Leone agar sang pembunuh ditunjukkan atas kebesaran Sang Mori Dedek (Tuhan Yang Maha Esa).

Semua ini dasarnya keyakinan. Bukankah hakim yang menghukum Jessica juga berdasarkan keyakinan setelah merangkai prilaku terdakwa? Jadi, apakah Jessica benar pembunuh atau tidak, masih ada pengadilan ahkirat. Di situlah keadilan sejati.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 29 Oktober 2016)


Oleh : mpujayaprema | 29 Oktober 2016 | Dibaca : 492 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?