Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman lebih lengkap disebarkan lewat blog Pasraman Manikgeni, klik di situs terkait di bawah kiri.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


568552

Pengunjung hari ini : 275
Total pengunjung : 125424

Hits hari ini : 405
Total Hits : 568552

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Kampanye

Oleh : mpujayaprema | 04 Maret 2017 | Dibaca : 1103 Pengunjung

RAJA Salman bin Abdulaziz Al Saud turun dari pesawat dengan menggunakan tangga berjalan yang khusus didatangkan dari negerinya, Arab Saudi. Di bawah sudah menunggu Presiden Joko Widodo. Salaman pun dimulai. Lalu ada yang menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan Sang Raja, dia adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Raja Salman pun menyambut tangan Ahok, seperti menyambut tangan-tangan yang lain.

Yang viral di media sosial dan heboh di layar televisi bukan salaman Raja Salman dengan Presiden Jokowi, tetapi Raja dengan Ahok. Kok bisa? Bukankah Ahok sebagai Gubernur DKI sudah biasa – dan sesuai aturan protokol – ikut menjemput tamu negara? Ahok semata “tugas dinas” sebagai Gubernur DKI, jadi hal yang biasa saja.

Menjadi tidak biasa karena Jakarta sedang memilih gubernur baru dan Ahok kembali mencalonkan diri sebagai inkumben. Karena itu setiap adegan yang bisa mengangkat citra dirinya menjelang putaran kedua pilkada ini, pasti dilakukan Ahok. Ia menyiapkan tim dan kedatangan Raja Salman sudah diperhitungkan bisa dijadikan ajang kampanye. Tak sampai hitungan jam, salaman Raja Salman dan Ahok sudah di-posting di akun pribadi Ahok – sudah pasti ini pekerjaan tim. Lalu para “pencinta Ahok” ramai-ramai menyebarkannya. Bahkan tutup kepala Raja Salman yang bercorak kotak-kotak pun disebut sebagai “kode mendukung Ahok”. Betul kata seorang teman, ada yang hilang pada pilkada DKI Jakarta ini, yakni kejernihan.

Bisa jadi Ketua KPU Jakarta Sumarno sudah memprediksi ada kampanye terselubung seperti ini dan dia ingin menjernihkan masalah. Caranya dengan melegalkan kegiatan yang dilakukan oleh calon-calon gubernur sehingga tidak ada kampanye terselubung. Semua kampanye harus terang-benderang, adil untuk semua calon. Ini berarti mau tak mau Ahok diharuskan cuti selama masa kampanye putaran kedua pilkada DKI Jakarta.

Surat Keputusan KPU DKI tentang kampanye ini sedang diproses yang didahului uji publik. Namun kubu Ahok langsung blingsatan. Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok,Gusti Putu Artha – mantan anggota KPU Pusat – siap melaporkan KPU DKI ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) apabila memberlakukan kampanye pada putaran kedua Pilkada DKI. Alasannya, Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2016 tak ada menyebut kampanye tatap muka dan penyebaran brosur, yang ada hanya penajaman visi-misi program dalam bentuk debat. Namun Sumarno menyebut dasar hukum itu ada sesuai undang-undang dan KPU DKI boleh membuat keputusan tentang kampanye putaran kedua.

Yang hilang dari pilkada DKI adalah kejernihan, mengutip lagi suara teman. Bukan saja nalar tak jernih, juga tak jernih melihat kenyataan. Kalau kampanye hanya diisi debat dan tidak ada tatap muka, bagaimana keadilan bisa diwujudkan untuk kedua pasangan calon? Ahok setiap pagi tatap muka dengan warga Jakarta yang datang ke Balai Kota. Bisa pula tiap hari “dinas” sebagai gubernur, meresmikan proyek atau memberi bantuan sosial. Salaman dengan Raja Salman saja diunggah dalam hitungan menit ke media sosial, bagaimana dengan “dinas kerja’ lainnya? Apa Ahok tidak boleh keluar dari ruang kerjanya menunggu pencoblosan? Pasti ramai lagi protes: gubernur kok tak mengurusi warganya.

Pelajaran dari pilkada Jakarta ini adalah undang-undang dan peraturan yang menyangkut pemilu dan pilkada tidak rinci mengatur putaran kedua, sehingga niat KPU DKI membuat aturan kampanye yang mengharuskan inkumben cuti lagi dicurigai sebagai tidak netral. Itu saja, titik.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 4 Maret 2017)


Oleh : mpujayaprema | 04 Maret 2017 | Dibaca : 1103 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?