Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


502737

Pengunjung hari ini : 89
Total pengunjung : 107921

Hits hari ini : 992
Total Hits : 502737

Pengunjung Online: 13


Twitter
Baca posting

SBY & Jokowi

Oleh : mpujayaprema | 11 Maret 2017 | Dibaca : 847 Pengunjung

KETIKA saya berkunjung ke padepokannya, Romo Imam asyik dengan handphone-nya. “Saya menunggu cuitan Pak SBY. Sampai kemarin belum ada. Sekarang buka lagi,” katanya.

“Apakah penting?” tanya saya. Romo menjawab: “Biasanya kalau Pak SBY punya masalah sekecil apa pun pasti menulis di Twitter. Setelah bertemu Pak Jokowi mestinya beliau menulis apa isi pertemuan itu. Pengikutnya yang jutaan tentu ingin tahu kabar itu.”

Sebenarnya saya tak tertarik ngobrol soal ini. “Mungkin Pak SBY berubah, tak lagi obral cuitan yang kesannya hanya curhat. Beliau sudah bisa menahan diri,” kata saya.

Romo malah semangat. “Itu sangat wajar. Orang berubah itu tak salah. Perubahan bisa terjadi karena seseorang melakukan instrospeksi, melakukan perenungan. Saya dengar Pak SBY pergi bersama keluarga ke Gunung Lawu selesai putaran pertama Pilkada DKI. Kekalahan putranya, Agus Yudhoyono, di pilkada Jakarta disikapi SBY dengan menyepikan diri lalu mendengarkan suara semesta yang sejatinya adalah suara dari hati yang paling murni. Itu kan langkah yang bagus. Mungkin baru disadari ada yang salah dengan terlalu cepat mempromosikan anaknya. Kalau pun ajang pilkada dimaksudkan untuk menyekolahkan anaknya ke dunia politik, sekolah itu terlalu tinggi, dasarnya belum kuat.”

“Apa pertemuan di istana itu ada kaitan dengan pilkada putaran kedua?” tanya saya, asal-asalan. Romo tenang menjawab. “Keduanya menyebut membicarakan masalah politik dan ekonomi bangsa, apa termasuk pilkada Jakarta, kita tak tahu. Tapi SBY kan jago strategi. Sehari sebelum ketemu Jokowi, wakil ketua umum Partai Demokrtat sudah menyatakan, kemana dukungan Agus akan dibawa itu terserah Agus Yudhoyono sendiri, bukan urusan partai. Ini mau mengabarkan bahwa SBY dan Demokrat tetap sebagai penyeimbang, tidak dukung calon ini dan calon itu. Saya kira ini rikuh dibicarakan keduanya.”

“Apa membicarakan skandal e-KTP? Kok waktunya bersamaan dengan sidang kasus e-KTP itu?” tanya saya lagi, masih asal-asalan. Romo tertawa. “Semua bisa dikait-kaitkan. Mungkin ini kebetulan saja. Asal tahu juga, Jokowi itu punya strategi jitu, suka menyenangkan orang, seperti memberi hadiah sepeda, misalnya. Nah, tamu istimewa ini tentu tak perlu sepeda. Dengan menerima SBY pada tanggal 9, tentulah SBY sangat gembira sebagai tokoh yang senang angka sembilan.”

Kini saya ikut tertawa, kok ada bau takhyulnya. Romo cepat melanjutkan: “Sebenarnya tak penting apa yang dibicarakan antara presiden aktif dan presiden pensiun ini. Kata-kata keduanya pasti tak banyak arti, tetapi pertemuan itu yang lebih punya makna. Begitu tangan keduanya bersalaman maka urusan sadap-menyadap sudah selesai. Begitu keduanya menyeruput teh manis, maka urusan Antasari Azhar pun sudah tak perlu lagi disebut. Kedua hati sudah berbicara dalam diam. SBY dalam posisi sudah madeg pandhito dan Jokowi dalam posisi jumeneng amangkurat tak perlu lagi blak-blakan bicara, seperti ketika keduanya cuit-cuitan di Twiter. Ah, ini bahayanya media sosial, berbicara tanpa saling menatap mata kata-kata hanya keluar lewat mulut, bukan lewat hati.”

Saya kira Romo ngelantur, karena itu saya memotong: “Romo sebenarnya mau mengatakan apa sih soal pertemuan Jokowi SBY?” Romo menjawab sambil menatap handphone-nya. “Para pengamat sibuk menebak apa isi dialog kurang dari sejam itu. Padahal pertemuan ini hanya untuk mengubur sindiran-sindiran yang dicuitkan keduanya selama ini. Persoalan pokoknya belum selesai. Kan lumpia yang dihidangkan belum ada yang makan.”

(Diambil dari Koran Tempo Akhir pekan 11 Maret 2017)


Oleh : mpujayaprema | 11 Maret 2017 | Dibaca : 847 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?