Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


353823

Pengunjung hari ini : 171
Total pengunjung : 67636

Hits hari ini : 493
Total Hits : 353823

Pengunjung Online: 1


Twitter
Baca posting

Bego dot Com

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 08 Mei 2011 | Dibaca : 1420 Pengunjung

Putu Setia

(Dimuat Koran Tempo 8 Mei 2011)

Mari santai sejenak. Jangan biarkan otak kita dicuci oleh tayangan televisi yang terus-menerus membuat kita tegang: penyerbuan Usamah, teror bom, jihad, pembalasan al-Qaeda, negara Islam Indonesia, dan sederet yang lain. Bukan saja adegan kekerasan yang diulang-ulang itu yang membuat saya heran, tetapi juga bermunculannya pengamat yang sok tahu segala hal, dan sering memprovokasi atau setidaknya mendukung keradikalan itu.  Padahal bumi ini tak sepenuhnya diisi oleh kekejaman.

Mari santai dan berjalan-jalanlah di kawasan pantai utara Jawa atau lazim disingkat Pantura – lo, Jawa-nya mana? Jika mau menyalip truck yang berjalan pelan karena muatannya melebihi kapasitas yang dibolehkan –jembatan timbang tak berfungsi – baca grafiti di bak belakang truck. Itu hiburan yang gratis.

Ada teman saya yang mengkoleksi berbagai kalimat grafiti itu. Saya tak rajin mencatat, namun sebagai “pengamat truck” saya menyimpulkan, kalimat itu selalu menyesuaikan dengan zaman. Pada awal-awalnya grafiti bak truck itu muncul, kalimatnya bernada peringatan. Misal, “Awas, berani nabrak, modar”. Menyusul kalimat bernada keluhan seperti “Pengelana tak pernah kaya” atau “Luntang-lantung bini ditinggal”. Urusan wanita -- cinta, perselingkuhan dan sejenisnya – menyusul marak dengan bahasa yang norak dan kadang tak nyambung antar kata. Yang penting ada gambar wanita seksi, kalau mutu gambarnya buruk, ya, seperti kuntilanak dalam komik. Kalimatnya berbunyi, satu contoh saja: “Kutunggu jandamu”.

Kemajuan teknologi berimbas ke grafiti truck itu. Muncul www.wong desa.com atau www.dilarang nyengir.com. Lalu kombinasi, ada tulisan besar, dibawahnya tulisan kecil, seperti yang saya temukan di rumah makan para supir truck di Pati, Jawa Tengah. Tulisan besarnya “Teroris ingkar janji” dibawahnya yang kecil www.bego.com. Baik tulisan yang besar maupun yang kecil tak bisa saya pahami – dan jangan sesekali mengulas apa “pesan” tulisan itu, nikmati saja sebagai hiburan.

Saya tanya supir truck itu, apa maksud “teroris ingkar janji”. Dia tertawa, ternyata yang dimaksudkan teroris itu pacar gelapnya yang mulai serong. “Kan teroris lagi ramai diberitakan, ya, pacar saya itu seperti teroris,” kata supir yang sudah punya istri dan dua anak ini. “Saya kenalan dengan dia di fesbuk (baca: facebook), makanya di bawahnya saya tulis bego com. Saya memang bego, mudah dikibuli.”

Saya kaget. Bisa fesbukan? “Supir jaman sekarang. Kalau makan di Rembang, fesbukan dulu,” katanya. Oya, sejak itu saya baru ngeh, ternyata rumah makan di kawasan Lasem (Rembang) sampai Tuban sudah dilengkapi warnet yang sewanya hanya dua ribu rupiah sejam. Para supir dan krenet berkerumun dan terbahak-bahak di sini. Negeri ini luar biasa majunya.

Karena bisa fesbukan, tentu para supir itu punya alamat email. Namun mereka mengaku tak punya alamat web. “Bukan kelas supir itu,” jawabnya. Tapi istilah dot com populer di kalangan mereka. Kalau ada yang pinjam uang sama temannya, bilangnya: “ngutang duit dot com”. Mereka tahu dot itu simbulnya titik, seperti yang ditulis di bak trucknya. Luar biasa, saya betul-betul terhibur di tengah mereka.

Ironinya, luar biasa pula kalau ada anggota wakil rakyat yang tak tahu alamat email kantornya, atau jangan-jangan dia sendiri tak punya alamat email, apalagi web. Saya tak mengatakan wakil rakyat itu “bego dot com”, mungkin saja dia merasa urusan “kecil” itu harus dikerjakan staf ahlinya. Maaf, saya tak bermaksud menyindir, dikritik terbuka saja tak mempan, apalagi disindir.


Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 08 Mei 2011 | Dibaca : 1420 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?