Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


418244

Pengunjung hari ini : 189
Total pengunjung : 84449

Hits hari ini : 1800
Total Hits : 418244

Pengunjung Online: 5


Twitter
Baca posting

Target

Oleh : mpujayaprema | 29 April 2017 | Dibaca : 289 Pengunjung

Karangan bunga tak mampir di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Tidak ada pula kerumunan orang untuk memberikan semangat kepada pimpinan komisi antikorupsi itu. Padahal KPK baru saja menetapkan Syafruddin A. Tumenggung, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Syafruddinmemberi SKL  kepada Sjamsul Nursalim, pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), bank yang mendapat kucuran dana BLBI sebesar Rp 30,9triliun. Padahal saat itu Sjamsul masih punya utang sekitar Rp 3,7 triliun kepada negara.

Langkah KPK layak dipuji, meski tak harus lewat karangan bunga. Kasus BLBI yang sudah bertahun-tahun nyaris dilupakan ini kembali diangkat. Bayangkan negara dirugikan hingga Rp 147 trilyun, angka yang besar di saat utang terus bertambah di era pemerintahan Joko Widodo ini. KPK seharusnya tak berhenti dengan menjadikan Syafruddin tersangka, tetapi ada target yang lebih luas. Semua penjahat yang menilep dana BLBI harus diungkap dan diseret ke pengadilan. Syukur ada harta yang masih bisa ditarik dari penjarah uang negara itu.

Hambatan apakah yang ada di KPK sehingga kasus-kasus besar banyak yang tidak tuntas? Padahal KPK selalu berjanji untuk meneruskan kasus besar itu jika ada yang mempersoalkan. Kasus besar itu misalnya BLBI, Century, Hambalang, bahkan kasus Rumah Sakit Sumber Waras yang dikira orang sudah selesai. Adakah KPK kekurangan penyidik? Adakah KPK mendapatkan tekanan? Atau keduanya, ada gerakan siluman yang berupaya melemahkan KPK.

Yang dikhawatirkan justru KPK tak punya target kapan kasus-kasus itu bisa tuntas. Bekerja tanpa target bisa menyebabkan kehilangan fokus, belum selesai satu kasus sudah muncul kasus lain yang lebih seksi untuk dikerjakan. Kasus Hambalang, misalnya. Salah satu pejabat yang terseret kasus itu, mantan Menteri Olahraga Andi Malarangeng, sudah keluar dari penjara – meski berstatus cuti bersyarat – namun Coel Malarangeng yang disebut sebagai otaknya, justru masih dalam proses hukum. Tak ada penjelasan kenapa hal itu terjadi, seperti halnya tak ada penjelasan kenapa Syafruddin A. Tumenggung baru dijadikan tersangka sekarang.

Rupanya target tak jelas dan target yang tak tercapai, bukan monopoli KPK. DPR adalah biangnya lembaga yang targetnya tak pernah tercapai, terutama di bidang legislagi. Rancangan undang-undang menumpuk menunggu pembahasan. Bahkan rancangan undang-undang pemilihan umum terus dibuat molor yang membuat KPU kelabakan menyusun tahapan pemilu. Timbul pertanyaan, ini sengaja atau tidak?

Barangkali hanya Presiden Jokowi yang tergolong ketat dengan target. Jokowi mengancam para menteri, jika tak bisa memenuhi target yang ditetapkan menteri akan diganti. Tentu bukan gertak karena Jokowi termasuk presiden yang paling gemar mengganti para menterinya. Tidak ada yang salah karena itu hak perogatif presiden, meski keseringan resuffle bisa membuat kesan pemerintahan Jokowi tidak stabil. Siapa tahu targetnya terlalu tinggi dan kendala di lapangan berat. Apakah dengan pergantian menteri itu target langsung bisa dipenuhi, bukankah menteri yang baru masih perlu adaptasi?

Namun apa pun, sistem target penting,  apalagi mengurus negara yang  besar ini. Target harus dibuat untuk memacu langkah kerja dan kemudian memastikan berhasil atau tidaknya sebuah pekerjaan. Tapi harus realistis dan bukan untuk menakuti-nakuti.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 29 April 2017)


Oleh : mpujayaprema | 29 April 2017 | Dibaca : 289 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?