Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman lebih lengkap disebarkan lewat blog Pasraman Manikgeni, klik di situs terkait di bawah kiri.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


419045

Pengunjung hari ini : 79
Total pengunjung : 84646

Hits hari ini : 237
Total Hits : 419045

Pengunjung Online: 4


Twitter
Baca posting

Persekutuan

Oleh : mpujayaprema | 29 Juli 2017 | Dibaca : 2049 Pengunjung

ADA tembang lawas yang berisi nasehat dari seorang ayah kepada anaknya tentang bagaimana membuat persekutuan. Tembang berbentuk pupuh sinom, sebuah irama tradisi yang masih berakar pada masyarakat Jawa dan Bali, tidak mencantumkan siapa penggubahnya dan kapan tembang ditulis. Persekutuan yang dimaksudkan adalah perkumpulan beberapa orang membentuk kerjasama untuk kepentingan sesaat. Ada tiga jenis persekutuan yang mengambil simbol dari alam: persekutuan semut, persekutuan sapu lidi dan persekutuan harimau.

Semut mencari makanan secara berkelompok namun dalam perjalanannya selalu beriringan,. Tak ada saling jegal, mereka rukun dan akrab. Masalahnya persekutuan ini sangatlah lemah. Mudah dibubarkan.

Persekutuan sapu lidi lebih kuat. Satu atau dua lidi mudah dipatahkan, tetapi jika lidi-lidi bersatu tak mudah patah. Manfaatnya pun besar, apa pun yang kotor bisa dibersihkan dengan sapu lidi. Kelemahannya sapu lidi bisa dipakai siapa saja dan digunakan sekehendaknya. Persekutuan sapu lidi bisa berpindah tangan dengan mudah, membela siapa yang bayar.

Persekutuan harimau paling sulit ditebak. Harimau bersekutu untuk mencari mangsanya. Ketika berhasil mendapatkan mangsa, harimau-harimau itu berkelahi sesamanya untuk berebut mangsanya itu. Siapa yang kuat dia yang paling banyak mendapatkan jatah mangsa. Yang lemah kebagian sedikit tatkala harimau pemenang sudah kekenyangan.

Kisah bertembang ini tak memberitahu persekutuan mana yang harus dipilih. Sepertinya semua punya kelemahan. Sulit untuk dijadikan cermin jika mengacu pada persekutuan masa kini. Variannya terlalu sedikit.

Bahasa populer persekutuan saat ini adalah koalisi. Kita sudah disuguhkan begitu banyak taktik koalisi. Misalnya, menjelang Pemilu 2014 lalu. Ada Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. Ini persekutuan dengan tujuan mengusung calon presiden. Dan kita tahu yang menang adalah Koalisi Indonesia Hebat dipelopori PDIP, Nasdem, Hanura dan PKB dalam hal calon presiden. Namun Koalisi Merah Putih dengan pelopornya Golkar, Gerindra, PAN, PKS menang telak dalam hal menguasai pimpinan DPR, sehingga pemenang Pemilu 2014 tak punya jatah pimpinan di sana.

Ibaratkan persekutuan harimau yang berhasil mendapatkan mangsanya, anggota koalisi pun berubah untuk mencari mangsa baru. Golkar dan PAN bergabung ke Koalisi Indonesia Hebat dan sebutan itu pun mulai dilupakan. Lebih keren sebutan baru, koalisi partai pendukung pemerintah. Jatah kursi kabinet pun diperoleh partai yang baru bergabung.

Namun, bergabung dengan pemerintah tak berarti harus mendukung tanpa reserve apa yang dikehendaki pemerintah. Ketika pemerintah ngotot melahirkan undang-undang pemilu yang memakai ambang batas untuk syarat pencalonan presiden, koalisi tidak kompak. Bahkan agak unik, ketika pemerintah bertekad memberantas korupsi dan selalu memberi isyarat memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), koalisi pendukung pemerintah justru melahirkan Panitia Hak Angket untuk menggembosi KPK. Kini Panitia Hak Angket ibarat persekutuan semut yang beriringan mencari makanan –biayanya besar dibayar oleh rakyat – namun bisa juga ibarat persekutuan sapu lidi karena bisa dipakai siapa saja untuk kepentingan sesaat.

Sebentar lagi akan lahir persekutuan baru setelah Prabowo bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Tentu sulit menggolongkan apakah persekutuan ini masuk dalam katagori tembang lawas tadi, apalagi misalnya, digolongkan persekutuan harimau. Boleh jadi simbol-simbol persekutuan sudah berubah.

(Dialmbil dari Koran Tempo Akhir Pekan 29 Juli 2017)


Oleh : mpujayaprema | 29 Juli 2017 | Dibaca : 2049 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?