Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


568614

Pengunjung hari ini : 282
Total pengunjung : 125431

Hits hari ini : 467
Total Hits : 568614

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Sakit

Oleh : mpujayaprema | 26 Agustus 2017 | Dibaca : 694 Pengunjung

DIA awalnya petugas keamanan di sebuah bank perkreditan rakyat. Orangnya berpenampilan sederhana. Tak ada yang menyangka kalau dia mencuri puluhan juta uang di bank itu dengan mudah karena tahu di mana uang itu disimpan. Uniknya, uang hasil curian dipakai berfoya-foya di hotel mewah.

Ketika dia ditangkap sama sekali tak ada wajah penyesalan. “Saya orang miskin. Betapa pun kerasnya saya bekerja tak akan pernah menikmati kehidupan mewah dan berfoya-foya di hotel. Makan enak di restoran, berenang di kolam bersih. Saya tahu kalau saya pasti ditangkap dan masuk penjara. Tak apa-apa yang penting dalam hidup ini saya pernah berfoya-foya layaknya orang kaya. Kalau saya tidak mencuri, hidup saya biasa-biasa saja, kapan saya pernah jadi orang kaya?”

Ini cerita sekitar tiga bulan lalu di Bali. Saya tak tahu apakah dia tergolong sakit. Kalau ya apa jenis penyakitnya? Ada orang yang sadar berbuat jahat dan tahu resikonya, hanya karena ingin menikmati hidup yang lain dari kesehariannya. Hidup dalam mimpi yang dipaksakan jadi kenyataan.

Apa bedanya dengan Andika dan Anniesa, pasangan suami istri pemilik First Travel? Satpam bank itu “cuma mencuri” tak sampai seratus juta rupiah dan hanya berfoya-foya di hotel kawasan Nusa Dua. Barangkali yang dimakannya cuma spagheti, pizza, hamburger dan sewa kamarnya tak sampai lima juta. Sedang Andika dan Anniesa berhasil meraup uang peserta umroh sampai ratusan milyar dan cara berfoyanya pun luar biasa. Berkeliling ke berbagai negara, membangun rumah super mewah, gaya hidup glamour. Saya pun yakin suami istri ini tahu bahwa suatu saat dia akan tertangkap dan masuk penjara, meninggalkan semua kemewahan yang sudah didapatnya. Tak mungkin dia tak menyadari resiko itu.

Saya mengulang pertanyaan tadi. Apakah Andika dan Anniesa sakit? Kalau ya apa jenis penyakitnya? Sadar berbuat jahat dan tahu resikonya, tetapi tetap dijalani hanya karena ingin menikmati “mimpi yang dijadikan kenyataan”. Mereka tahu telah menipu orang-orang yang ingin beribadah umroh dengan teknik marketing yang jitu: berumroh dengan biaya murah. Ketika pasangan suami istri ini berfoya-foya – misalnya membeli jam dinding dari Jerman seharga ratusan juta rupiah – mereka tentu sadar kemewahan itu bersifat sementara, meski berharap sementara itu bisa diperpanjang. Keduanya menggunakan kesempatan itu ibarat mendapat rejeki nomplok karena awalnya pasangan ini hidup dalam kesederhanaan. Sudah tentu ini kesalahan besar dalam hidup mereka. Yang mereka anggap rejeki itu adalah godaan. Harta untuk berfoya milik orang lain yang mungkin dikumpulkan dengan susah payah untuk sebuah ibadah suci. Andika dan Anniesa tumpul nuraninya, menikmati hidup super mewah dengan cara membuat orang lain menderita. Saya yakin ini sebuah penyakit, tapi entah apa jenisnya. Yang pasti jenis penyakit yang mengabaikan rasa syukur hidup di dunia ini dan hanya mengejar kenikmatan duniawi.

Banyak orang sakit yang mirip dengan kasus-kasus ini. Betapa orang tak pernah belajar dari pengalaman orang lain, misalnya, tetap saja menerima suap dan melakukan korupsi padahal begitu banyak orang yang sudah ditangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Yang menyedihkan pelakunya orang-orang berkedudukan tinggi semacam Direktur Jenderal di Kementrian. Nikmat hidup apa lagi yang harus dikejar? Sekali lagi saya tak tahu jenis penyakit ini, tetapi saya tahu salah satu obatnya yakni mari kita syukuri rejeki yang telah diberikan di jalan yang benar – betapa pun kecilnya.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 26 Agustus 2017)


Oleh : mpujayaprema | 26 Agustus 2017 | Dibaca : 694 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?