Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


502772

Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 107922

Hits hari ini : 1027
Total Hits : 502772

Pengunjung Online: 12


Twitter
Baca posting

Terpuruk

Oleh : mpujayaprema | 02 September 2017 | Dibaca : 406 Pengunjung

Prestasi atlet Indonesia di SEA Games Malaysia memprihatinkan. Perolehan medali emas meleset dari target. Hanya mendulang 38 medali emas dari 55 yang ditargetkan. Wapres Jusuf Kalla sangat kecewa. Bahkan ada yang menyebut sebagai “darurat olahraga”.

Singapura di urutan ke empat dengan medali emas jauh lebih banyak. Padahal negara pulau ini luasnya hanya 719 km persegi, sedikit lebih luas dari Jakarta. Penduduknya pun cuma 6 juta, separoh penduduk Jakarta. Kok bisa lebih maju ketimbang Indonesia yang punya 70 ribu pulau?

Wajar Menteri Olah Raga Imam Nahrawi minta maaf. Agar maafnya lebih mudah diterima rakyat, ia langsung menohok sumber masalah. Dana pemerintah yang terbatas. Lalu ia pun menjanjikan terobosan, membentuk Lembaga Pendanaan Khusus Olahraga. Intinya, urusan olahraga jangan mengandalkan pemerintah. Tak disebutkan dari mana sumber uang. Rasanya tak mungkin dari judi seperti SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) di masa lalu, atau tebak-tebakan hasil pertandingan. Kalau ini dilakukan hasil pertandingan bisa direkayasa. Berbahaya.

Permintaan maaf Imam Nahrawi setidaknya membuat masyarakat tahu apa penyebab keterpurukan para atlet. Apalagi ada atlet peraih medali emas yang mengeluh di media sosial, uang saku dan biaya hotelnya selama berlatih sejak Januari belum dibayar. Kalau urusan sepele itu terlantar bisa dibayangkan suasana latihan. Atlet tidak konsen apalagi peralatan latihan yang tak memenuhi standar.

Presiden Jokowi belum ada komentar soal “darurat olahraga” ini. Barangkali maklum saja, dana memang terbatas. Jokowi sedang gencar membangun infrastruktur. Jalan tol di darat dan tol laut dikebut di mana-mana. Itu butuh biaya besar. Presiden mau harga BBM di seluruh Indonesia sama besarnya dan itu butuh subsidi transportasi yang tak sedikit.

Tahun depan kita jadi tuan rumah Asian Games. Menjadi juara tentu ibarat punguk merindukan bulan. Bertahan di peringkat lima saja sudah prestasi bagus karena negara peserta lebih banyak. Apalagi dana pasti juga terbatas. Keuangan negara tak begitu bagus, utang semakin banyak yang harus dibayar. Apalagi DPR semakin manja. Minta gedung baru, minta alun-alun, minta apartemen. Oh juga minta biaya jalan-jalan ke luar negeri diperbesar. Bagaimana menaikkan dana untuk olahraga?

Lagi pula dana untuk olahraga tersedot ke sarana infrastruktur, misalnya, merenovasi stadion dan berbagai lapangan. Dana untuk atlet makin berkurang. Karena itu masuk akal kalau Menpora akan membuat lembaga baru pencetak uang, Lembaga Pendanaan Khusus Olahraga.

Kok Menpora repot sendiri? Siapa sebenarnya yang bertanggungjawab mengurusi olahraga di tanah air ini? Menpora menyebut kementriannya bertanggung-jawab. Tapi kita masih punya KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Bahkan ada pula KOI (Komite Olympiade Indonesia). Tugas pokok KONI -- mengutip di peraturan pemerintah -- merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, kinerja wasit, pelatih dan manajer, guna mewujudkan prestasi keolahragaan nasional menuju prestasi internasional, serta turut memperkokoh persatuan dan ketahanan nasional dalam rangka mengangkat harkat serta martabat Indonesia. Semua cabang olahraga berinduk ke KONI bukan ke Kemenpora. La apa kerja KONI selama ini? Kenapa tidak KONI disuruh mencari dana?

Atau bubarkan KONI, biar jelas kalau Indonesia juara tak semua orang merasa berjasa. Jadi hanya satu instansi mengurusi olahraga. Atau Kementrian Olahraga yang dibubarkan?

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 2 September 2017)


Oleh : mpujayaprema | 02 September 2017 | Dibaca : 406 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?