Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


504572

Pengunjung hari ini : 166
Total pengunjung : 107998

Hits hari ini : 2827
Total Hits : 504572

Pengunjung Online: 1


Twitter
Baca posting

Gaya Presiden

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 09 Oktober 2011 | Dibaca : 1208 Pengunjung

Putu Setia

(Dimuat Koran Tempo 9 Oktober 2011)

Ada janji yang diucapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tengah upaya merombak kabinetnya sekarang ini. Yakni, Presiden akan mengubah gaya kepemimpinannya dan tata kerja kabinetnya setelah dilakukan perombakan.

Anda percaya? Jika ya, bagus sekali. Ini memberi harapan yang lebih baik ke depan. Maaf, saya tak begitu yakin. Gaya--baik urusan rambut maupun perilaku--menyangkut kebiasaan yang sudah melekat dalam diri seseorang. Perubahan bisa dipaksakan, tapi tak akan jauh dari aslinya.

Khusus gaya Presiden, lihat saja saat ini, ketika Presiden akan merombak kabinetnya. Lebih banyak hebohnya. Pengumuman penggantian jauh-jauh hari melahirkan manuver dari partai yang menempatkan menterinya. Kasak-kusuk terjadi, ancam-mengancam dilakukan beberapa partai. Para menteri tak tenang bekerja.

Nama menteri yang ditendang dan calon menteri baru beredar. Ada kesan sengaja dibocorkan, lalu dibantah pula. Situasi yang tak menguntungkan buat siapa pun, apalagi buat rakyat. Tak ada manfaat apa pun yang bisa diperoleh. Ini gaya lama SBY--tanpa ada tanda perubahan--calon menteri dikesankan dipilih dengan sangat saksama, diteliti betul rekam jejaknya, diuji kelayakan dan kepatutannya. Semua dipertontonkan ke masyarakat, seolah SBY mau berkata: "Para menteri dipilih dengan kajian mendalam dan perhitungan yang sangat matang, bukan membeli kucing dalam karung." Bukankah gaya ini mengulang gaya sebelumnya, yang hasilnya kita tahu, para menteri sudah ada "dalam karung" partai koalisi.

Pada masa Soeharto, kabinet dibentuk minus heboh. Penggantian menteri di tengah jalan (reshuffle) jarang terjadi. Pembentukan kabinet di awal periode jabatan--maklum, bapak kita ini terpilih dalam enam kali periode--polanya sederhana. Begitu Presiden dan Wakil Presiden disumpah, kabinet dinyatakan demisioner, tapi Soeharto tegas: "Para menteri tetap melaksanakan daripada tugasnya dengan baik, tapi tidak membuat daripada keputusan strategis." Seminggu kemudian kabinet diumumkan.

Apakah Soeharto membeli "kucing dalam karung"? Pasti ada pertimbangan saksama, dilihat rekam jejaknya bersama pembantu dekatnya. Namun tanpa heboh, tanpa ada panggilan yang "dipertontonkan" ke publik. Yang gelisah hanyalah para tokoh yang merasa dirinya pantas jadi menteri dan dekat dengan Soeharto, sampai tak berani meninggalkan rumah, takut Soeharto meneleponnya--kan belum ada telepon seluler. Uniknya, gaya Soeharto dalam memberi tahu seseorang jadi menteri tak harus lewat telepon, ada yang diajaknya mancing ke Kepulauan Seribu. Menurut seorang menteri di era itu, Soeharto memberi pertanda lewat dialog santai: "Kita berlayar lagi, mari bantu saya daripada berlayar ke depan."

Perombakan kabinet pada era SBY, heboh dan geger. Antarpartai koalisi saling serang. Ada partai punya "kartu rahasia" yang siap dibuka kalau menterinya dicopot. Bagaimana para menteri bekerja dengan nyaman? Apalagi reshuffle itu seperti pentas ludruk di Jember, "tanggal mainnya" tak pasti, capek menunggu kan?

Kalau SBY memainkan "gaya baru" dalam kepemimpinannya, saya ingin Presiden berubah total. Jangan hiraukan partai karena presiden dipilih oleh rakyat secara langsung tanpa nyoblos partai, pilih menteri profesional. Kalau gaya ini akhirnya gagal, ya, sudahlah, toh ini masa jabatan terakhir SBY sebagai presiden. Siapa tahu rakyat merasakan manfaatnya, maka SBY akan meninggalkan kenangan manis di akhir jabatannya. Kalau gaya sekarang, yang sangat bertele-tele itu, dipertahankan, lalu apa yang diwariskan SBY selama 10 tahun memerintah?


Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 09 Oktober 2011 | Dibaca : 1208 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?