Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


605831

Pengunjung hari ini : 408
Total pengunjung : 142000

Hits hari ini : 608
Total Hits : 605831

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Etika

Oleh : mpujayaprema | 25 November 2017 | Dibaca : 1896 Pengunjung

ADA kitab himpunan etika dan moral dari abad ke-9 yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno. Penulisnya menyebut diri Bhagawan Wararuci seraya mengatakan karyanya ini adalah intisari ajaran Astadasaparwa yang terdapat dalam ephos Mahabhrata gubahan Rsi Wiyasa. Kitab itu bernama Sarasamuccaya  terdiri dari 511 sloka atau ayat.

Ayat ke-149 berbunyi: yapwan mangke kraman ikang wwang,  angalap masnis mamas, wakapanghada kasaktinya, kwehning hambanya, tatan mas nika juga inalap nika, apa pwa dharma, artha, kama nika milu kalap denika.

Bahasa ruwet untuk “generasi now”. Terjemahan bebasnya: “Apabila ada orang dalam kehidupan ini merampas kekayaan orang lain dengan mengandalkan kekuasaannya, maka akibatnya dia hidup dalam rasa waswas, hidup dalam kenistaan dan ketakutan. Nantinya bukan saja apa yang dicurinya itu kembali dirampas, juga harta dan perilakunya (dharma, arta, kama) ikut dirampas.”

Ini cocok dijadikan nasehat kepada para pejabat yang akan dan telah menjadi koruptor. Hidup Anda akan was-was, terbayang ketakutan kalau suatu saat akan ketahuan. Kalau sudah ketahuan hanya kenistaan yang didapat. Bukan cuma harta hasil korupsi, juga ikut harta sampingan bahkan perilaku Anda yang mungkin ada yang baik, dirampas pula.

Izinkan mengambil contoh dari kasus Setya Novanto, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini. Ia disangka “merampas kekayaan orang lain”, mengkorupsi uang milik rakyat dengan mengandalkan kekuasaannya (saat itu Ketua Fraksi Partai Golkar) dalam kasus e-KTP. Kalau dia tak mencuri, kenapa dia hidup dalam ketakutan seperti lari sebelum dijemput KPK? Kenapa dia nampak waswas? Kalau dia berada di jalan benar berlaku Sarasamuccaya ayat 150, yang intinya “adapun mereka yang tidak pernah mencuri kekayaan orang lain, maka dia tak perlu was-was dan takut, dan semua orang yang didatanginya merasa senang.”

Novanto ngotot tak merasa bersalah. Dari tahanan KPK dia menulis dua surat, satu untuk partainya dan satu untuk koleganya di DPR. Dia minta diberi kesempatan untuk membuktikan kebenarannya bahwa dia tak bersalah, sehingga dia tak mau dicopot dari jabatannya. Tetapi ketakutan dan hidup dalam bayang waswas itu tak bisa dia tutupi sehingga rakyat sebagian besar tak mempercayainya. Kitab Sarasamuccaya menyebutkan dalam beberapa ayat, seseorang yang kehilangan kepercayaan dari lingkungannya, hidup sebagai manusia tak lebih dari mayat yang cuma masih bernafas. Artinya tak punya lagi harga diri.

Andaikata praperadilan yang diajukan Novanto (yang kedua) dimenangkannya dan dia kembali memimpin sidang parlemen, setiap ketukan palunya akan didengar oleh rakyat sebagai benturan kecil sebuah mobil ke tiang listrik. Kalau pun kemenangan itu terjadi waktunya masih lama, sidang praperadilan saja baru akhir bulan ini. Betapa ikut nistanya parlemen dalam penantian ini bahwa ada ketuanya yang ditahan dan menjadi bahan tertawaan rakyat. Bahwa Novanto tetap menjadi Ketua Umum Golkar itu hanya urusan sebagian rakyat saja, bukan urusan bangsa.

Ada saran bijak dari ayat-ayat Sarasamuccaya, Novanto mengundurkan diri dari “kekuasaannya” selama waswas dan ketakutan itu dilihat jelas oleh rakyat. Mundur lebih baik ketimbang ngotot berkuasa. Kalau nanti dia terbukti benar maka hartanya tak dirampas meski kepercayaan rakyat tetap hilang karena ada prilaku buruk yang sudah diperlihatkan.  Minimal ada cara “merevisi” prilaku itu. Tapi kalau kalah, selain harta dirampas ada tambahan terburuk, kenistaan. Tentu pula hukuman duniawi: masuk bui.

(Koran Tempo 25 November 2017)


Oleh : mpujayaprema | 25 November 2017 | Dibaca : 1896 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?