Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


717653

Pengunjung hari ini : 220
Total pengunjung : 188558

Hits hari ini : 541
Total Hits : 717653

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Cempaka

Oleh : mpujayaprema | 02 Desember 2017 | Dibaca : 2038 Pengunjung

CEMPAKA itu nama bunga. Bunga yang harum dan mahal. Yang paling terkenal di Nusantara ini adalah cempaka putih atau biasa disebut cempaka kantil. Nama latinnya Michelia Alba. Bunga ini dipakai sarana ritual oleh penganut keyakinan tertentu.

Dahlia juga nama bunga. Memang dibandingkan anggrek dan bakung, dahlia kurang begitu indah dijadikan pajangan. Namun kalau kita bicara tentang bunga tak bisa nama-nama itu diabaikan.

Bagaimana kalau nama itu tak dikaitkan dengan bunga? Kaitkan dengan badai, misalnya. Terjadi anomali dan sungguh celaka. Badai Cempaka sudah meminta banyak korban jiwa. Ada 19 orang meninggal di berbagai daerah yang mengalami banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Siklon tropis alias badai ini disebut sebagai yang paling dasyat di negeri ini. Jauh lebih dasyat dari Badai Anggrek pada 2010 dan Badai Bakung pada 2014. Lebih sial lagi, ketika Badai Cempaka mau meninggalkan perairan laut selatan Jawa, Badai Dahlia datang dari perairan Lampung.

Cempaka dan dahlia, juga anggrek dan bakung, tidak seindah dan seharum bunganya jika dikaitkan dengan badai. Mari salahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diberi hak untuk memberi nama siklon tropis ini. Kenapa meminjam nama bunga? Kenapa tidak mengikuti  Amerika Serikat yang menyiapkan 21 nama badai setiap tahun dengan nama-nama orang. Bukankah Word Meteorilogical Organization (WMO) yang mengawasi pemberian nama-nama badai tidak mengharuskan nama tertentu.

Di Amerika nama badai itu Harvey, Irma, Jose, Karina, Cindy, Irene, Emily, Franklin dan banyak lagi. Yang diatur oleh WMO adalah nama badai tak boleh sama dalam kurun waktu tertentu dan karena itu dipilihlah nama-nama sesuai dengan huruf alfabet awal. BMKG memilih nama bunga maka secara alfabet muncullah nama anggrek, bakung, cempaka dan dahlia. Nanti setelah dahlia entah apa nama badainya karena nama bunga dengan huruf awal “e” langka. Di Amerika pun nama badai dengan huruf awal “x”, “q” dan “z” dilewati.

Kenapa dipilih nama bunga? Ternyata bukan sekadar iseng apalagi ngawur. Sudah dikaji mendalam sesuai filosofi budaya bangsa yang luhur. Tujuannya mulia agar siklon tropis yang muncul di negeri ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Nama bunga diberikan agar tidak menimbulkan ketakutan dan sesuatu yang menyeramkan. Sebelum nama-nama badai ditertibkan oleh WMO pernah ada badai diberi nama Durga, siklon tropis di perairan barat daya Bengkulu pada April 2008. Penamaan itu konon menakutkan karena sejumlah orang terbawa mithos Dewi Durga sebagai Sang Penghancur.

Padahal filosofi leluhur adalah bencana alam bukan penghancuran. Bencana alam bukanlah malapetaka tetapi sebuah proses dari semesta untuk mengharmoniskan jagat raya. Bumi bergerak menyeimbangkan diri dan jika alam ada yang rusak maka manusia harus introspeksi jangan-jangan ada yang salah dalam merawat bumi. Mungkin hutannya terlalu banyak ditebang, mungkin ada pemanasan global dan seterusnya. Kita harus bersahabat dengan alam.

Presiden Jokowi cukup bijak menanggapi datangnya apa yang disebut bencana belakangan ini. Jokowi berharap masyarakat tenang dan tidak panik. Gunung meletus di Bali bisa dijadikan daya tarik tambahan buat wisatawan, katanya. Siklon tropis hadapi apa adanya, jangan takut. Jadi tak salah badai dasyat ini diberi nama Cempaka, tak ada yang memaki karena cempaka adalah bunga yang harum. Coba kalau memakai nama orang seperti di Amerika, namanya bisa saja Badai Cemplon dan orang mudah memaki-makinya.

(Koran Tempo 2 Desember 2017)


Oleh : mpujayaprema | 02 Desember 2017 | Dibaca : 2038 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?