Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


717637

Pengunjung hari ini : 219
Total pengunjung : 188557

Hits hari ini : 525
Total Hits : 717637

Pengunjung Online: 1


Twitter
Baca posting

Elpiji

Oleh : mpujayaprema | 09 Desember 2017 | Dibaca : 1937 Pengunjung

APAKAH Anda termasuk ke dalam masyarakat yang tergolong miskin? Mungkin tidak. Karena menurut Wikipedia kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidak-mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.

Anda, seperti yang saya lihat di televisi dan di koran, sudah melewati kebutuhan dasar itu. Pakaian bagus, naik motor dan malah ada yang membawa mobil. Nampak sehat dan sigap untuk berebut barang. Dan barang yang Anda perebutkan itu adalah tabung gas elpiji isi 3 kg. Anda bukan miskin, tetapi saya menduga Anda buta huruf, tak bisa membaca – sesuatu yang agaknya aneh. Sudah jelas di badan tabung elpiji 3 kg itu ada tulisan mencolok: HANYA UNTUK MASYARAKAT MISKIN. Kenapa Anda ikut antre dan berjuang untuk berebut barang yang jelas-jelas diniatkan pemerintah untuk orang miskin?

Saya ingat di suatu hari berada di kantor kelurahan pas ada pembagian raskin (beras untuk orang miskin). Seseorang protes karena namanya tak tercantum dan lurah meminta agar dia kontak langsung ke kantor camat yang membuat daftar penerima raskin. Benar saja orang itu langsung menghubungi staf camat lewat hape-nya. Waktu itu saya kaget dan bertanya ke Pak Lurah, kok ada orang miskin memiliki hape? Lurah tertawa: “Di kampung ini semua orang termasuk yang miskin punya hape.” Sekarang saya paham meski pun sedikit kaget karena hape itu dipakai sarana untuk main togel.

Data dari Badan Pusat Statistik, penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta pada Maret 2017. Persentase dengan jumlah penduduk seluruh negeri adalah 10,64 persen. Karena itu pemerintah mengucurkan subsidi untuk banyak hal, termasuk elpiji. Sebelum proyek “mengelpijikan masyarakat” ada pembagian kompor gas gratis untuk orang miskin. Pemerintah cerdas.

Tapi masyarakat lebih cerdas lagi. Karena penjualan elpiji 3 kg bebas di warung-warung, orang ramai-ramai membeli gas melon – karena tabungnya mirip buah melon. Tak peduli orang kaya. Yang lebih cerdas lagi para pengoplos. Tabung melon di warung paling mahal Rp 20.000. Ada pun tabung elpiji isi 12 kg, karena tanpa subsidi, harganya Rp 120.000. Para pengoplos bermodal 4 tabung melon dimasukkan ke tabung 12 kg, maka untungnya sudah Rp 40.000. Sudah berapa banyak pengoplos yang tertangkap polisi, tetapi tak jera.

Tiba-tiba pemerintah “pura-pura bingung” kok target subsidi elpiji melonjak terus? Target awal 6 juta metrik ton, realisasi 2017 sampai 7,1 juta metrik ton. Kini mau dikembalikan ke 6,1 juta metrik ton sambil memberikan peringatan “hanya untuk masyarakat miskin”. Terjadilah kelangkaan elpiji 3 kg itu karena banyak orang yang tak membaca peringatan di tabung melon.

Kebijakan subsidi model elpiji ini aneh bin ajaib. Seolah-olah bangsa ini punya rasa malu disebut miskin,  lalu mau membeli elpiji 12 kg. Memang siapa yang malu? Di rumah gedongan pun ada tabung melon – kan yang membeli pembantu rumah tangga. Beda dengan subsidi premium. Pemerintah berhasil menekan penjualan premium karena masyarakat diyakinkan dengan memakai pertalite atau pertamax kendaraan lebih mulus. Malah untuk jarak jauh pertalite lebih irit. Selisih harga Rp 900 per liter dibanding premium ditebus karena faktor irit itu. Coba telisik SPBU di Bali, misalnya, kebanyakan ada tulisan “Premium habis”. Wong tangkinya dibiarkan kosong.

Dalam hal elpiji tak ada beda gas di tabung 3 kg dengan gas di tabung 12 kg. Seharusnya pemerintah lebih cerdas memikirkan cara lain untuk subsidi gas ini tanpa harus menjual kemiskinan.

(Koran Tempo 9 Desember 2017)


Oleh : mpujayaprema | 09 Desember 2017 | Dibaca : 1937 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?