Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


605817

Pengunjung hari ini : 406
Total pengunjung : 141998

Hits hari ini : 594
Total Hits : 605817

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Bersyukur di Tahun Baru

Oleh : mpujayaprema | 30 Desember 2017 | Dibaca : 928 Pengunjung

APA yang sebaiknya dilakukan pada tahun baru selain menemani anak-anak meniup terompet dan mendengarkan bunyi petasan yang tak putus-putusnya? Marilah bersyukur. Kita harus bersyukur karena dalam pergantian tahun ini diberikan kesehatan lahir batin. Kalau pun ada sedikit gangguan kesehatan tetaplah bersyukur karena tidak harus beristirahat di rumah sakit. Apa pun yang terjadi terimalah itu sebagai anugrah Tuhan karena anugrah tak harus berarti kesenangan. Ada kalanya anugrah berarti keharusan melakukan istirahat dari kesibukan sehari-hari.

Jalan terindah dari kehidupan ini adalah mensyukuri apa yang telah kita jalani setiap hari, tanpa ada penyesalan diri. Tidak ada penderitaan yang abadi, tidak ada pula kebahagiaan yang abadi. Demikian orang-orang bijak memberi nasehat.

Marilah kita selalu bersyukur  terhadap apapun yang telah dianugrahkan Hyang Widhi. Dalam konsep Hindu disebutkan bahwa bersyukur dan sujud lewat hati yang paling dalam adalah persembahan yang utama. Ini mengingatkan pada orang=orang yang tak bisa bersyukur. Mereka diberi kesehatan, tetapi tidak bersyukur. Mereka diberi kekayaan, juga tidak bersyukur. Malah mereka mabuk dengan kekayaan itu. Padahal kekayaan itu belum tentu didapat dengan cara-cara yang satwika, cara-cara di jalan yang benar. Boleh jadi karena hasil korupsi, mamanfaatkan jabatannya.

Bagaimana kalau di tahun yang kita lewati ini banyak kegagalan yang kita jumpai? Kita harus melakukan instrospeksi diri dan berupaya memperbaiki pada tahun mendatang agar kegagalan itu tak muncul lagi. Jangan berhenti berupaya dan melakukan langkah nyata ketika menemui kegagalan. Tetap bersyukur karena kegagalan itu adalah cara Tuhan mengajari kita arti bagaimana melakukan pekerjaan dengan kesungguhan hati. Orang-orang bijaksana menyebutkannya, “Bersyukurlah untuk masa-masa sulit, karena di masa itulah kamu bisa tumbuh dengan baik.”

Setiap kesalahan yang kita perbuat di tahun yang lama harus disyukuri karena kesalahan itu akan  memberikan pelajaran yang berharga di tahun yang akan datang. Kalau setiap hari kita meniti hidup yang selalu indah dan seolah-olah tak pernah salah bisa jadi itu hanyalah fatamorgana dan yang jelas kita tak pernah mendapatkan pelajaran untuk berbuat yang lebih baik. Kalau kita tak bisa mensyukuri kesalahan maka yang ada pada diri kita adalah keinginan untuk selalu mengeluh. Hanya yang biasa bersyukur yang bisa membebaskan diri dari belenggu kecemasan atas kesalahan.

Kontemplasi dan merenungi apa yang telah terjadi di tahun yang lewat untuk diperbaiki di tahun mendatang adalah sebuah keharusan. Para budayawan dan kalangan spiritual biasanya melakukan hal ini, merenungi dengan berbagai caranya apa yang sudah dikerjakan tahun lalu. Lewat itu mereka melakukan ritual penyucian diri agar kekotoran di tahun yang lama hilang sehingga tahun baru bisa dilewati dengan kebersihan hati.

Mandi, berbusana yang bersih, berpenampilan menarik, memang merupakan penampilan yang bagus, tetapi bukanlah kebersihan itu yang diutamakan. Yang jauh lebih utama adalah berprilaku yang baik dan bersih dari segala kekotoran yang diakibatkan oleh berbagai nafsu buruk. Semua nafsu buruk di tahun yang lewat diupayakan untuk dibersihkan sehingga tahun baru kita berada dalam kebersihan hati. Apa itu “kebersihan hati? Kitab Sarasamuscaya sloka 70 menyebutkan dalam bahasa Jawa Kuno: Nihan ta laksananing danta, tar linyok, tan agirang yan anemu sukha, tan prihatin yan katekaning duhka, enak ta wruh nira ring tattwa, wenang ta sira tumangguhi nira apan pakadrbyang dama, sira danta ngaranira.

Terjemahannya: Inilah syaratnya orang yang disebut bersih (danta). Ia tidak pernah ingkar janji (linyok). Tidak bergembira berlebihan kalau mendapatkan kesenangan. Tidak menderita kalau mendapatkan kedukaan. Sangat paham akan hakekat kebenaran sastra agama (tattwa), dia sanggup menasehati dirinya sendiri. Dia itulah disebut orang bersih hatinya.

Tan linyok artinya tidak pernah ingkar janji. Nah tahun 2018 yang akan tiba, yang sering disebut “tahun politik” pastilah urusan tan linyok ini akan banyak ada. Para politisi kita sedang berebut jabatan, dari jabatan bupati, gubernur, anggota DPR dan DPD. Pasti mereka akan mudah memberikan janji-janji. Apakah betul mereka tan linyok? Mari kita ingatkan agar mereka tak sia-sia menyambut tahun baru ini. (*)


Oleh : mpujayaprema | 30 Desember 2017 | Dibaca : 928 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?