Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman lebih lengkap disebarkan lewat blog Pasraman Manikgeni, klik di situs terkait di bawah kiri.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


738903

Pengunjung hari ini : 121
Total pengunjung : 196958

Hits hari ini : 393
Total Hits : 738903

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Dilan dan Mukidi

Oleh : mpujayaprema | 03 Februari 2018 | Dibaca : 1000 Pengunjung

DUA remaja mendekati saya saat antre menunggu obat di apotek. Bersalaman sejenak lalu keduanya duduk di sebelah saya. Yang satu menyebut namanya Dilan, satunya lagi Mukidi. Saya tak tahu siapa yang antre obat dan siapa yang mengantar. Keduanya lalu ngobrol dan saya pura-pura cuek tapi mendengarkan obrolannya.

Dilan: “Aku sudah bilang, kamu jangan mikirin masalah negeri ini. Itu berat. Kamu tak akan kuat. Biar aku saja yang mikir.”

Mukidi: “Tak berat kok. Cuma heran sekelas panglima tak paham bagaimana proses pembuatan undang-undang. Undang-undang itu dibahas oleh pemerintah dan DPR. Kalau ada usul perubahan salah satu yang mengusulkan. Tak bisa Panglima TNI menulis surat ke DPR supaya mengubah judul rancangan undang-undang sekehendak hatinya. Harusnya kalau punya usulan, sampaikan ke wakil pemerintah yaitu Kementerian Pertahanan dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kedua kementerian ini yang mewakili pemerintah atas nama presiden. Artinya presiden tahu apa yang akan diusulkan. Tak bisa main terobos begini, ini kan sangat elementer.”

Dilan: “Itu berat Mukidi, otakmu tak kuat mikir. Pasti ada apa-apa di balik itu. Barangkali mau bikin terobosan, tak mau bertele-tele ikut prosedur. Siapa tahu pula ada momentum mau cari panggung di awal jabatan. Biar aku saja yang mikir di balik itu, otakmu pasti tak kuat.”

Mukidi: “Kalau itu berat, yang ringan itu apa? Jenderal polisi aktif yang mau dijadikan pejabat gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara?”

Dilan: “Nah itu ringan. Lucu lagi. Menteri Tjahjo Kumolo belum apa-apa sudah mengumumkan siapa calon dari kepolisian itu. Padahal pergantian baru di bulan Juni, hanya dua minggu sebelum pilkada. Lucunya media terus-menerus menggoreng masalah ini seolah-olah kedua jenderal bisa berbuat apa saja selama kampanye. Polisi saja belum kirim surat resmi siapa yang ditunjuk. Dan Menteri Dalam Negeri baru mengusulkan nama pejabat gubernur itu ke presiden pertengahan Mei, 30 hari sebelum pilkada. Kok belum apa-apa ribut. Baru adem setelah Presiden Jokowi bilang tak ada surat apa-apa dan jangan-jangan tak akan ada suratnya. Ini meributkan pepesan kosong, lucu kan?”

Mukidi: “Justru ini kasus berat. Menteri Tjahjo memancing dengan dua umpan. Umpan pertama apa tanggapan publik terhadap pejabat dari polisi aktif. Kalau tenang dibuang umpan kedua. Jenderal aktif itu akan dipuji usai menjabat sambil mengusulkan bagaimana kalau ke depannya Menteri tak perlu lagi kirim surat ke Kapolri untuk minta pejabat. Lebih praktis kalau kepolisian di bawah Kementrian Dalam Negeri, sebagaimana banyak di negara maju. TNI sekalian saja di bawah Kementrian Pertahanan. Kita tukar posisi saja Dilan, ternyata kamu tak mampu berpikir berat, saya saja yang mikir.”

Dilan (tertawa): “Kamu terbiasa berpikir konspirasi. Jangan-jangan kamu juga berpikir, seperti banyak orang, becak-becak yang berdatangan ke Jakarta itu karena dimobilisasi orang untuk mengacaukan program Gubernur Jakarta. Ya kan?

Mukidi: “Ya, memang. Ini pelajaran bagaimana mengkaji sebuah program sebelum dilempar ke publik. Itu gunanya staf ahli yang banyak.

Saya berdiri karena dipanggil untuk mengambil obat. Dilan dan Mukidi kembali menyalami saya. Saya bilang kepada mereka, obrolan kalian ngawur tapi kata Sudjiwo Tedjo ngawur itu bisa benar. Saya tak melihat mereka kaget. Justru saya yang kaget ketika keduanya menyebut nama panjangnya. Dilandipati Kebosuro dan Mukidisara Aryakenceng -- ini mengingatkan saya akan nama-nama era Mpu Gandring.

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 3 Februari 2018)


Oleh : mpujayaprema | 03 Februari 2018 | Dibaca : 1000 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?