Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


717108

Pengunjung hari ini : 229
Total pengunjung : 188338

Hits hari ini : 593
Total Hits : 717108

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Anjing Tanah

Oleh : mpujayaprema | 17 Februari 2018 | Dibaca : 895 Pengunjung

Menurut perhitungan kalender Cina kita memasuki tahun Anjing Tanah. Seperti biasa ada berbagai ramalan yang disukai orang, baik yang percaya mau pun yang sekadar ingin tahu. Saya tertarik pada satu ramalan saja, yakni “makin sulit mencari orang yang bisa dipercaya”.

Semakin sulit? Padahal sebelum Imlek sudah sulit mencari orang yang bisa dipercaya. Sulit mencari bupati dan gubernur. Baru tingkat dicalonkan saja sudah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uniknya ada peraturan calon yang ditangkap dan bahkan ditahan tetap saja menjadi calon. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak bisa membatalkan pencalonan itu. Partai pengusung pun tak bisa menariknya karena calon sudah ditetapkan dalam suatu sidang pleno KPU setempat.

Bupati Ngada Marianus Sae, calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tersangka kasus suap oleh KPK. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan Marianus tetap sah menjadi calon, sepanjang kasusnya belum inkracht, artinya menunggu keputusan tetap dari pengadilan. Dasarnya Peraturan KPU No 3 Tahun 2017. Inkracht, dalam pengertian hukum yang normal, artinya sudah melewati keputusan Pengadilan Negeri dan keputusan banding Pengadilan Tinggi dan sampai pada kasasi di Mahkamah Agung. Itu masih terbuka peninjauan kembali. Bagaimana kalau misalnya Marianus terpilih sebagai Gubernur NTT, bisa-bisa selama menjabat gubernur dia tetap berstatus terhukum. Belum terpidana karena belum inkracht.

Masih syukur Marianus tidak atau belum ditahan. Bupati Subang Imas Aryumningsih dan Bupati Jombang Nyono Suharli -- keduanya petahana -- sudah ditahan KPK tapi tetap sah sebagai calon bupati di daerahnya masing-masing untuk periode kedua. Bahkan dengan percaya diri, Nyono Suharli diwakili istrinya, Tjaturina Wihandoko, untuk mengambil nomor urut calon peserta Pilkada itu.

Bayangkanlah kemudian Imas dan Nyono berkampanye dari rumah tahanan. Lalu rakyat memberikan suaranya saat Pilkada berlangsung, entah alasan masih percaya kepada pemimpinnya atau karena ada uang yang dibagikan. Mohon dimaklumi, “politik uang” yang diharamkan saat ini menjadi halal jika  disebut bansos (bantuan sosial) yang kini kerap diberikan oleh para calon dari unsur petahana. Mengumbar bansos ini umum di berbagai daerah dan KPU maupun Bawaslu tutup mata. Jika itu terjadi apakah Imas dan Nyono akan menjadi bupati dengan berkantor di rumah tahanan sampai menunggu inkrah?

Kita bisa bersikap sok bijak dengan memuji KPU yang taat menjalankan aturan yang dibuatnya berdasarkan undang-undang yang ada. Mari salahkan yang membuat undang-undang, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat, karena di situ sumber masalah. Nah kalau urusan sampai di sini, ramalan tahun Anjing Tanah (makin sulit mencari orang yang dipercaya) semakin nyata. Bagaimana kita mempercayai DPR kalau undang-undang yang dibuatnya sudah tak karuan-karuan? Lihat saja UU MD3 yang kini menuai kecaman. Undang-undang itu dibuat untuk kenikmatannya sendiri, bukan untuk “kenikmatan rakyat” yang diwakilinya.

Lalu Fadli Zon, wakil ketua para wakil rakyat, dengan entengnya menyebutkan, kalau ada yang tak suka UU MD3 silakan uji ke Mahkamah Konstitusi. Masalahnya apakah kita percaya lagi kepada MK setelah sang ketuanya bermesraan dengan DPR? Kepercayaan kita sudah mulai luntur pada lembaga yang berurusan dengan hukum dan perundangan. Namun saya sarankan urungkan mengkritik DPR, Anda bisa diproses hukum berdasarkan UU MD3. Tapi jangan pula mentang-mentang ini tahun Anjing Tanah, Anda memakinya dengan kasar: asuuu...!!!

(Diambil dari Koran Tempo Akhir Pekan 17 Februari 2018)


Oleh : mpujayaprema | 17 Februari 2018 | Dibaca : 895 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?