Web ini menampung karya Pandita Mpu Jaya Prema yang terserak, sejak bernama Putu Setia. Web ini diluncurkan pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


698895

Pengunjung hari ini : 289
Total pengunjung : 180368

Hits hari ini : 548
Total Hits : 698895

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Muslim Cyber

Oleh : mpujayaprema | 03 Maret 2018 | Dibaca : 1276 Pengunjung

ORANG yang waras sudah pasti akan mengapresiasi langkah kepolisian untuk memberangus apa yang disebut kelompok Muslim Cyber Army. Kelompok ini menyebarkan berita kebohongan dengan isu-isu provokatif di berbagai media sosial. Sejumlah pelaku sudah ditangkap.

Kita berharap agar pelaku ini diproses secara hukum. Bahwa di antara mereka sudah mengaku menyesal dan bahkan minta maaf tentu tak akan menghentikan proses hukum. Sudah berkali-kali ada pelaku yang gemar mengumbar ujaran kebencian menyatakan minta maaf setelah ditangkap. Sepertinya permintaan maaf itu tak ada efeknya bagi pelaku yang lain. Seolah-olah ada anggapan toh jika ketahuan dan sampai tertangkap cukup dengan minta maaf.

Banyak yang sudah mengecam kelompok Muslim Cyber Army ini karena apa yang diperbuatnya bisa meresahkan masyarakat. Dukungan kepada polisi khususnya Bareskrim Polri mengalir dari sejumlah tokoh, politisi, dan bahkan sampai Ketua MUI pun meminta agar kelompok ini diusut secara tuntas. Namun ada banyak pula orang yang berhati-hati memberikan komentar terhadap kelompok ini, terutama dari kalangan non-muslim, khususnya adalah saya. Karena itu sejak mengawali tulisan ini, kalimat-kalimat yang saya susun penuh kehati-hatian dan nyaris seperti “menulis berita biasa”. Semoga Anda tak mengira saya “kehilangan angin”.

Kenapa saya berhati-hati mengomentari Muslim Cyber Army? Ya, karena ada kata “muslim” yang dipakai kelompok itu. Kalau saya menggebu-gebu memberi komentar – dan orang tahu kalau komentar saya pastilah sama dengan Ketua MUI yang ingin kasus ini diusut tuntas – ada kemungkinan saya akan mendapat cercaan lebih ganas di media sosial yang saya ikuti. Baru menulis kalimat “salut untuk polisi, lanjutkan...” saat menanggapi postingan Bareskrim Polri di media sosial, saya langsung mendapat balasan yang aneh. Misalnya, “lu bukan muslim jangan ikut campur” atau balasan ini “negara kok anti Islam...” dan beberapa lagi. Segera saya menyadari bahwa kasus ini ternyata ada yang membela, tentu saya tak perlu mengusutnya apakah para pembela itu menggunakan akun abal-abal atau tidak.

Bagi saya awalnya, kata “muslim” dalam Muslim Cyber Army hanyalah sekadar nama, bukan mewakili kaum muslim secara umum. Artinya bukan suara umat Islam. Yang saya tahu dan sampai sekarang saya amat yakin, umat Islam itu sangat toleran dan sangat mencintai kedamaian. Tidak mungkin menebar kebencian dan memprovokasi permusuhan sebagaimana yang dilakukan kelompok Muslim Cyber Army. Dan polisi pun dalam menindak pelaku kejahatan di media sosial, tak peduli dengan label “muslim” di kelompok itu. Saya yakin kalau misalnya ada kelompok sejenis yang melakukan provokasi dan menyebar berita bohong dengan nama Hindu Cyber Army atau Kristen Cyber Army – bahkan Sunda Wiwitan Cyber Army – pasti polisi akan menindaknya pula. Yang ditindak itu bukan lantaran label agama tetapi perilaku anggotanya.

Kalau pembela Muslim Cyber Army adalah “anak baru gede” (tapi bukan generasi Dilan dan Melia yang cerdas) lewat akun dengan nama sembarangan, saya tak begitu risau. Tapi ada Yang Terhormat Wakil Ketua DPR yang juga condong “membela” Muslim Cyber Army, setidaknya tak suka dengan tindakan kepolisian --yang dianggap pesanan pemerintah-- menangkapi kelompok ini.

Saya kira kalau kita sepakat menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa dan sepakat bahwa menyebarkan berita bohong dan provokatif adalah berbahaya, seharusnya kita bersatu memerangi kelompok-kelompok seperti ini, apa pun label agamanya. Setuju?

(Koran Tempo 3 Maret 2018)


Oleh : mpujayaprema | 03 Maret 2018 | Dibaca : 1276 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?