Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman lebih lengkap disebarkan lewat blog Pasraman Manikgeni, klik di situs terkait di bawah kiri.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


738636

Pengunjung hari ini : 54
Total pengunjung : 196890

Hits hari ini : 126
Total Hits : 738636

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Marah

Oleh : mpujayaprema | 31 Maret 2018 | Dibaca : 979 Pengunjung

KENAPA kita mudah sekali marah. Disenggol sedikit marah, dikritik sedikit marah. Lalu keluarlah kata-kata yang kotor. Itu terjadi di berbagai tempat tak memandang apakah itu tempat terhormat atau tidak. Apakah di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat atau di stasiun televisi. Caci maki berseliweran.

Adu marah tak hanya melanda mereka yang berpendidikan rendah, juga yang berpendidikan tinggi. Lihatlah bagaimana para wakil rakyat bersidang belakangan ini. Interupsi dengan penuh kemarahan. Bukan cuma lewat kata, juga lewat tindakan yang bisa disebut brutal, seperti merangsek ke meja pimpinan, merobohkan meja dan seterusnya.

Dan yang baru saja terjadi, anggota Fraksi PDIP Arteria Dahlan menyebut “Kementrian Agama bangsat”, dalam suatu forum resmi. Memang ucapan itu disampaikan tanpa gebrak meja, tetapi kata kotor nan jorok itu amat tidak pantas dikemukakan.  Ketika banyak orang menyarankan Arteria meminta maaf, dia pun meminta maaf “kalau ada yang tersinggung”. Lagi-lagi ini pamer keangkuhan, sudah pasti banyak orang yang tersinggung – tak cuma jajaran Kementrian Agama – kenapa harus memakai “kalau ada”.

Seorang teman mengatakan kepada saya, anggota dewan seperti Arteria ini biasa berdebat saling memotong lawan bicaranya di televisi. Tidak ada tata krama sebagaimana para leluhur kita di masa lalu tatkala mengadakan “sidang rakyat” yang biasa disebut “paruman agung” di mana para pemuka adat tertib melakukan “adu wirasa” alias berdebat ide dengan santun. Saya sarankan kepada teman itu, kenapa tidak melakukan kritik terbuka agar DPR memperbaiki cara berdebat anggotanya dan memberi teladan bagaimana bersidang yang baik? Teman saya mengaku takut karena saat ini mengkritik wakil rakyat bisa “dipanggil paksa” dan diproses secara pidana sesuai UU MD3.

Kita berada dalam situasi darurat. Banyak yang darurat. Darurat korupsi sudah lama seperti halnya darurat narkoba. Ada pula darurat garam dan seterusnya. Yang menarik Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Ma’ruf Amin pernah menyebutkan ada “darurat sopan santun”. Yang terakhir ini sungguh amat berat karena tidak ada instansi atau komisi yang menanganinya. Barangkali seharusnya tugas Kementrian Agama, sayangnya kementrian ini banyak pekerjaannya termasuk mengurusi orang beribadah dan gara-gara itu pun dapat sebutan bangsat pula. Kita tahu di zaman now kegairahan beribadah tak berkorelasi dengan kesopan-santunan dalam masyarakat.

Kenapa tokoh-tokoh yang seharusnya bisa memberi teladan cepat sekali marah dalam menyampaikan pendapatnya? Ini menunjukkan rendahnya etika, tumpulnya rasa empati, dan hilang kepekaan sosialnya. Ini kata-kata dari Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sya'adi. "Perilaku tersebut merupakan bentuk arogansi kekuasaan dan sikap jemawa," lanjutnya pula. Kalau itu dicari akarnya maka persoalannya tiba pada seleksi yang tak bagus yang dilakukan oleh partai politik untuk menempatkan kadernya di lembaga yang seharusnya terhormat.

Kalau ada niat baik untuk memperbaiki etika para wakil rakyat kita yang mengalami kemerosotan besar saat ini, sebentar lagi kita menghadapi pemilihan umum yang juga memilih anggota dewan. Bisakah kita berharap agar kader partai yang dikirim ke Senayan itu terbebas dari perilaku preman jalanan? Pendaftaran tinggal beberapa bulan lagi dan seleksi seharusnya sudah dilakukan mulai sekarang. Kita mendambakan wakil rakyat yang tak mudah marah karena persidangan mereka menjadi etalase yang ditonton dan dijadikan teladan oleh masyarakat.

(Koran Tempo 31 Maret 2018)


Oleh : mpujayaprema | 31 Maret 2018 | Dibaca : 979 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?