Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


717673

Pengunjung hari ini : 220
Total pengunjung : 188558

Hits hari ini : 561
Total Hits : 717673

Pengunjung Online: 2


Twitter
Baca posting

Dokter Terawan

Oleh : mpujayaprema | 07 April 2018 | Dibaca : 920 Pengunjung

Ada sejumlah nama yang jadi pembicaraan ramai hari-hari ini. Ada Sukmawati Sukarno Putri dengan puisi tentang ibu Indonesia yang anggun dengan kondenya. Ada Ratna Sarumpaet dengan gaya yang teaterikal bersama mobilnya yang salah parkir lantas diderek. Lalu ada Terawan Agus Putranto, dokter yang dipecat sementara oleh organisasi profesinya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Yang mana mau saya soroti? Tentu nama terakhir karena terhindar dari kegaduhan tahun politik. Lagi pula dokter Terawan sangat berwarna. Lulusan Universitas Gajah Mada ini dengan gagah berseragam tentara berpangkat Mayor Jenderal, namun suka bernyanyi dengan pasiennya. Dia kepala rumah sakit tentara yang sangat terkenal, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, yang sering jadi rujukan para pejabat tinggi. Dia anggota tim dokter kepresidenan, sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai presiden kita yang sekarang, Joko Widodo. Tiba-tiba dokter yang telah menyembuhkan banyak elite ini dipecat sementara gara-gara menemukan cara pengobatan yang disebut – nama ini sangat aneh – cuci otak.

Apa “dosa” dokter Terawan yang sudah menyembuhkan budayawan Butet Kartarejasa sampai politisi Aburizal Bakrie ini? Sebagai orang yang sering berhubungan dengan dokter – ini tak layak ditiru karena artinya saya sering sakit – saya bisa memahami “dosa” itu, meski tak harus sependapat.

Dokter Terawan menyandang gelar dokter spesialis yang diperolehnya dari Universitas Airlangga Surabaya. Namun keahliannya di bidang radiologi atau biasa disingkat Sp Rad. Dokter seperti ini tugasnya hanya membaca hasil rontgen, bukan memberikan obat. Kok bisa menangani orang stroke?

Ternyata dokter yang humoris ini – barangkali karena pernah mengobati “hilang ingatannya” Butet Kartarejasa sehingga ketularan guyon – menempuh gelar S3 di Universitas Hasanudin Makassar dan di sana dia mengkaji secara ilmiah sistem pengobatan dengan Digital Subtraction Angiography (DSA). Sistem itulah yang digunakan untuk menangani pasien “terduga stroke” di RSPAD. Kalau dipaparkan dengan cara awam sistem ini seperti menguras sumbatan di dalam got agar aliran air lancar. Metode ini menghancurkan sumbatan yang mengganggu aliran darah ke otak dengan pemberian obat menggunakan kateter di pangkal paha.

Di situlah “dosa besar” dokter Terawan. Sebuah penelitian kedokteran sehingga hasilnya bisa dijadikan terapi penyembuhan, membutuhkan waktu bertahun-tahun karena tahapan yang dilalui sangat panjang. Penelitian harus terus-menerus diulang dengan sampel yang semakin besar dan dengan kondisi yang berbeda-beda. Semua resiko harus teridentifikasi sampai betul-betul aman.

Ini akar masalahnya sehingga IDI lewat Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) menyebutkan dokter Terawan melakukan pelanggaran etik berat dan memecatnya. Bagi MKEK sistem pengobatan cuci otak itu belum teruji sementara bagi Terawan sistem itu sudah diuji lewat disertasinya di Makassar dan sudah dipublikasikan di berbagai jurnal kedokteran. Lagi pula faktanya banyak orang disembuhkan.

Jika begitu halnya, jangan-jangan ini masalah komunikasi. Kenapa dokter Terawan tidak dirangkul saja oleh IDI dan lupakan sejenak sekat-sekat keahlian, apakah itu ahli radiologi atau ahli syaraf – dan saya paham di kalangan dokter, perkumpulan dokter ahli “lebih berbunyi” dibanding induknya, IDI.Duduklah bersama dan lakukan (lagi) kajian lebih lanjut, selaraskan teori dan kenyataan yang sudah jadi bukti. Para dokter tak usah ribut-ribut terimbas tahun politik.

(Koran Tempo Akhir Pekan 7 April 2018)


Oleh : mpujayaprema | 07 April 2018 | Dibaca : 920 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?