Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


717670

Pengunjung hari ini : 220
Total pengunjung : 188558

Hits hari ini : 558
Total Hits : 717670

Pengunjung Online: 3


Twitter
Baca posting

Mahathir

Oleh : mpujayaprema | 12 Mei 2018 | Dibaca : 698 Pengunjung

ADA yang saya suka dari pelaksanaan pemilihan umum di Malaysia. Kesederhanaannya. Hari Rabu pemungutan suara, malamnya hasil diketahui. Esok dini hari diumumkan siapa yang menang dan Kamis malam Perdana Menteri terpilih sudah dilantik.

Bandingkan dengan yang terjadi di negeri ini. Pemilu yang ribet. Bahkan untuk hajatan tahun 2019 mendatang, mengutip pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pemilu yang merupakan gabungan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden merupakan pemilu teruwet di dunia. Dalam rentang waktu sehari suara yang masuk baru sampai di tingkat kecamatan. Jauh dari kantor Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, lembaga yang berhak mengumumkan siapa pemenang pemilu. Belum lagi ada gugatan karena ada dugaan pelanggaran.

Mahathir Mohamad, politisi usia lanjut Malaysia, kembali menjabat sebagai Perdana Menteri setelah koalisinya memenangi pemilihan umum. Kini Mahathir tercatat sebagai Perdana Menteri tertua di dunia. Usianya 92 tahun. Ia pernah memegang jabatan itu sangat lama, dari tahun 1981 sampai tahun 2003. Kini ia tak mau berkuasa lama karena faktor usia. Sebentar lagi, satu atau dua tahun, ia akan menyerahkan jabatan Perdana Menteri kepada Anwar Ibrahim, koleganya satu koalisi.

Tak cuma saya yang suka dengan pelaksanaan pemilu di Malaysia. Ada yang lebih gembira terutama dengan hasilnya. Sebutlah dua saja, Fadli Zon dan Fahri Hamzah – tokoh yang komentar-komentarnya belakangan ini terkenal nyeleneh.  Kedua pimpinan wakil rakyat ini menyebutkan tumbangnya Perdana Menteri Najib Razak akan “memberi inspirasi” untuk tumbangnya Presiden Jokowi.

Hak “duo F” untuk berkata apa saja.  Ini menyiratkan perseteruan dua kubu politik menjelang Pemilu 2019 di negeri ini terus mendaki puncaknya. Bukan saja memecah dunia maya untuk lahan saling mengejek, juga merembet ke dunia nyata. Urusan tulisan di baju kaos saja sudah menjadi bahan untuk usir-mengusir. Di Malaysia sepertinya lebih tenang, tapi entahlah, memandang bukit dari kejauhan memang indah. Di semenanjung jiran itu ada tokoh tua pemersatu bangsa, Mahathir Mohamad. Kita tak punya tokoh seperti itu, yang ada politisi yang semakin tua semakin nyinyir.

Tiba-tiba saya jadi ingat Jusuf Kalla. Politisi 75 tahun ini sekarang digadang-gadang lagi menjadi wakil presiden untuk pemilu 2019. Disebut “lagi” karena Kalla saat ini sudah menjadi wakil presiden untuk Joko Widodo. Dulu juga menjadi wakil presiden untuk Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi sudah dua kali menjadi wakil presiden untuk dua presiden berbeda. Masa jabatan yang jauh lebih pendek dari Mahathir sebagai Perdana Menteri.

Siapa yang menggadang (lagi) Kalla sebagai calon wakil presiden? Untuk calon presiden siapa dia dijadikan wakil? Seperti biasa tidak jelas. Di negeri ini antara mimpi dan strategi sulit dibedakan. Sementara orang tahu – dan seperti yakin – calon presiden yang bertarung di Pemilu 2019 hanyalah Jokowi dan Prabowo. Nyatanya adalah sudah masuk uji materi ke Mahkamah Konstitusi agar “nasib Kalla” dipertegas, boleh menjadi wakil presiden lagi atau tidak – karena sudah dua kali menjabat meski tak berurutan.

Karena urusan Jusuf Kalla ini masih tataran mimpi, maka saya pun ikut mimpi: bagaimana kalau Kalla dijadikan calon presiden saja, tak perlu repot-repot uji materi ke MK. Toh beliau belum pernah menjadi presiden. Kalau memang dia bisa diterima banyak pihak dan bisa menjadi pemersatu dari dua kelompok yang terus tegang, apa salahnya poros ketiga legowo untuk mengusungnya. Demi bangsa, ealah...

(Koran Tempo Akhir Pekan 12 Mei 2018)


Oleh : mpujayaprema | 12 Mei 2018 | Dibaca : 698 Pengunjung


posting Lainnya :

Lihat Arsip posting Lainnya :

 



Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?